
MIN 1 Sidoarjo (19/9/2024) – Congklak merupakan permainan tradisional Indonesia, jika anak- anak sekarang yang merupakan generasi Alpha tidak dikenalkan dengan permainan tersebut, maka mereka tidak kenal identitasnya sebagai Bangsa Indonesia. “Pada awal mengenalkan media congklak, ada beberapa anak yang belum bisa memainkan.” ucap Ibu Ani Wahyuni, M.Pd. selaku guru kelas III-A.

Alhamdulillah setelah dikenalkan di sekolah akhirnya anak anak tahu cara mainnya, maka dikenalkan kepada anak- anak agar mereka senang belajar sambil bermain. Berdasarkan hasil asesmen diagnostik tentang profil siswa kelas III- A , 90 % mereka suka belajar dengan bermain atau game pembelajaran.
Dengan bermain congklak peserta didik memahami operasi perkalian dan pembagian. Dimulai dari operasi perkalian, anak-anak mengisikan biji asam atau benda lainnya pada lubang kecil dengan jumlah tertentu, yang selanjutnya peserta didik menghitung jumlah biji yang ada pada lubang kecil tersebut. Konsep pembagian diawali dengan pengambilan sejumlah biji untuk diisikan kepada lubang kecil dengan jumlah yang sama.
Tidak terasa mereka menikmati permainan tersebut yang dapat mengkonstruksi konsep perkalian dan pembagian. Ketika pembelajaran berlangsung, terlihat kegembiraan di wajah mereka dengan tertawa dengan teman-temannya. Tidak terasa waktu belajar telah berakhir, Terdengar suara “bu, main dakon lagi” kata mas Ahmad. Belajar dengan bermain membuat belajar lebih mudah dipahami, tidak membosankan dan menyenangkan.