Sidoarjo (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) masa bakti 2025–2030 pada Selasa, 24 Juni 2025, bertempat di Aula Al Ikhlas I. Pengurus baru KORPRI Kantor Kemenag Sidoarjo diketuai oleh Kasubag TU Rohmat Nasruddin beranggotakan 27 orang ini dikukuhkan secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi. Prosesi pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan lagu Mars KORPRI, pembacaan naskah KORPRI, serta pembacaan daftar nama pengurus oleh Sekretaris KORPRI.

Dalam sambutannya, Mufi Imron Rosyadi menyampaikan apresiasi terhadap komposisi pengurus yang baru dan berharap seluruh tim dapat menjalankan tugas secara maksimal dan penuh tanggung jawab. “Komposisi kepengurusan ini sangat prima. Harapan kami, pengurus yang baru bisa memaksimalkan tanggung jawabnya dan bekerja dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Kepengurusan KORPRI masa bakti 2025–2030 ini diketuai oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), Rohmat Nasrudin, dengan lima sub bidang sebagai penopang kinerja organisasi, yaitu Sub Bidang Organisasi dan SDM, Sub Bidang Perlindungan Masyarakat dan Perlindungan Hukum, Sub Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pembinaan Mental, Sub Bidang Usaha dan Kesejahteraan, serta Sub Bidang Olah Raga, Seni, dan Budaya

Kegiatan ini juga dirangkai dengan rapat kerja perdana dan koordinasi program kerja, yang menjadi langkah awal penguatan organisasi dan penyusunan program jangka panjang. Mufi Imron Rosyadi menekankan pentingnya efektivitas pengelolaan anggaran, kesinambungan kegiatan, serta evaluasi tahunan. Ia mendorong agar setiap seksi memiliki program kerja yang berjalan aktif dan memberikan dampak nyata.
“Kami berharap, setiap sub bagian dapat menyusun program kerja jangka panjang, dengan pertemuan minimal satu semester sekali dan evaluasi tahunan. Harus ada kehati-hatian dalam penggunaan anggaran,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya pembinaan ASN yang berkarakter moderat serta penanaman nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan-kegiatan seperti senam aerobik, munajat haji, kerja sama dengan Kejaksaan Negeri, serta pembinaan ASN diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan.

“Kita adalah bagian dari ASN yang moderat, bukan liberal. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan pembacaan naskah KORPRI, lima budaya kerja, dan UUD 1945 dalam setiap kegiatan,” tambahnya. Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar seluruh pengurus dapat bekerja secara solid, saling bersinergi, dan rutin mengadakan pertemuan berkala guna memperkuat organisasi KORPRI sebagai wadah pengabdian pegawai ASN.