MI Negeri 1 Sidoarjo – Pagi yang Hari Jumat (8/8) menjadi momen istimewa di MIN 1 Sidoarjo. Seluruh warga madrasah, mulai dari guru, staf, hingga peserta didik, mendapat edukasi berharga tentang pengelolaan sampah dari dua teman mereka sendiri, Aulia dan Widad. Dengan penuh semangat, dua peserta didik ini tampil sebagai “Butterfly Waste,” julukan keren dari kader Kelompok Kerja (Pokja) Sampah, untuk mengajak semua warga madrasah lebih peduli lingkungan.
Aulia, sang “Butterfly Waste,” dengan lantang dan berani menjelaskan pentingnya memilah sampah. Menurutnya, kesadaran ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman kerusakan lingkungan. “Kita harus peka terhadap sampah di sekitar kita,” tegasnya di hadapan para siswa. “Peduli lingkungan itu berarti peduli pada masa depan kita.”
Sosialisasi ini semakin menarik karena MIN 1 Sidoarjo telah menyediakan lima jenis tempat sampah berbeda. Aulia menjelaskan fungsi dari setiap tempat sampah agar tidak ada lagi kebingungan. Klasifikasi pemilahan jenis sampah berdasarkan kode warna tempat sampahnya sebagai berikut:
- Tempat sampah berwarna hitam: sampah daun kering akan dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman di lingkungan madrasah
- Tempat sampah berwarna biru: wadah ini khusus untuk sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan tidak bisa diolah dan didaur ulang kembali
- Tempat sampah berwarna kuning: botol-botol plastik bekas dikumpulkan untuk kemudian bisa didaur ulang menjadi barang-barang berguna lainnya
- Tempat sampah berwarna abu-abu: sisa-sisa makanan atau kulit buah akan diolah secara khusus agar tidak menimbulkan bau dan mencemari lingkungan
- Box sampah tiap kelas: box ini digunakan untuk mengumpulkan sampah kertas di dalam masih-masing kelas yang ada di madrasah

Inisiatif dari dua peserta didik ini mendapat sambutan positif dari seluruh warga madrasah. Sosialisasi yang dibawakan dengan cara yang interaktif dan mudah dipahami membuat pesan tentang pemilahan sampah bisa tersampaikan dengan baik.
Diharapkan, semangat “Butterfly Waste” ini dapat menular ke seluruh peserta didik dan menjadi kebiasaan baik yang terus diterapkan setiap hari. (zd)