Kemenag Sidoarjo Dorong Madrasah Inklusif dan Akses Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Click to share!

Sidoarjo (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar Apel Senin pagi di halaman kantor Jalan Monginsidi 3, Senin (20/10). Apel diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kantor induk, para kepala seksi, penyelenggara, serta staf. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Ahmad Fathoni, menyampaikan arahan bertema inklusivitas pendidikan dan kesetaraan layanan bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

Dalam arahannya, Ahmad Fathoni menekankan pentingnya memberikan akses pendidikan dan pelayanan publik yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa semangat pelayanan di lingkungan Kementerian Agama harus terus memperhatikan prinsip keadilan dan keterjangkauan bagi semua.

“Saat ini bukan hanya isu kesetaraan gender yang menjadi perhatian, tetapi juga kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan dan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Fathoni mencontohkan bahwa dalam berbagai fasilitas publik—termasuk area pelayanan haji dan kantor pemerintahan—kini telah disediakan akses khusus seperti jalur kursi roda dan toilet disabilitas sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dengan keterbatasan fisik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan inklusif kini menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan regulasi yang berlaku, setiap lembaga pendidikan, termasuk madrasah, diharapkan mampu memberikan kesempatan belajar yang sama bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Anak-anak yang memiliki keterbatasan tidak harus disekolahkan di SLB. Justru dengan berinteraksi di madrasah reguler, mereka bisa berkembang lebih cepat karena mendapat stimulus positif dari teman-temannya,” jelasnya.

Meski demikian, Fathoni mengakui masih ada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan guru dengan kompetensi khusus serta fasilitas pendukung pembelajaran inklusif. Untuk itu, Kemenag Sidoarjo terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial, guna memperkuat kapasitas madrasah dalam layanan inklusif.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 43 madrasah di Kabupaten Sidoarjo yang telah menyatakan diri sebagai madrasah berbasis inklusif dan siap mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Data tersebut akan terintegrasi melalui aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS) yang mencatat kondisi dan kebutuhan peserta didik secara komprehensif.

“Melalui aplikasi ini, kebutuhan anak-anak akan didata secara akurat. Dari situ, bantuan bisa disalurkan melalui Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, atau Baznas, agar mereka mendapatkan akomodasi dan alat bantu yang layak,” terangnya.

Menutup sambutannya, Ahmad Fathoni mengajak seluruh ASN dan tenaga pendidik di lingkungan Kemenag Sidoarjo untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. “Mari kita pastikan madrasah menjadi ruang belajar yang ramah, terbuka, dan mendidik semua anak tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *