Buka Workshop KKM MTs 1, Kankemenag: Usia Transisi Butuh Pendekatan Deep Learning Berbasis Akhlak dan Cinta

Click to share!

Sidoarjo — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 1 Sidoarjo menggelar Workshop Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta, Jumat (14/11/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hasan Al Basri MTsN 1 Sidoarjo ini diikuti oleh para kepala madrasah dan guru di bawah naungan KKM MTs 1.

Hadir membuka acara, Kepala Kankemenag Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, para pengawas madrasah, serta menghadirkan dua narasumber, yaitu Muhammad Fathur Rohman dan Fitriyah Mayasari.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Sidoarjo menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan membawa dampak positif, khususnya terhadap peserta didik. “Semoga kegiatan ini mampu memberikan penguatan bagi guru agar murid memiliki kecintaan kepada sesama manusia, kecintaan pada lingkungan, dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Deep Learning tidak hanya memberi siswa pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena peserta didik pada jenjang Tsanawiyah berada pada fase usia transisi yang sangat dipengaruhi oleh derasnya arus informasi di era globalisasi.

“Teknologi hadir di tengah kita dan terus berkembang. Ini menjadi tantangan bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Mereka ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki benteng akhlak yang kuat,” lanjutnya. Ia menilai bahwa keseimbangan antara kecerdasan dan akhlak menjadi alasan mengapa masyarakat semakin mempercayakan pendidikan anaknya di madrasah.

Mufi juga menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk moral dan spiritual generasi muda. “Teknologi boleh melesat semakin canggih, namun pendidikan keagamaan tidak boleh tertinggal. Anak-anak harus diajak berpikir mendalam, berpikir kritis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai akhlak,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan harapan besar kepada KKM MTs 1 untuk menjadi barometer keberhasilan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. “Ini bagian dari inovasi madrasah yang dapat ditawarkan kepada masyarakat. Teruslah bersemangat berinovasi untuk memajukan madrasah,” pungkasnya.

Workshop berlangsung dengan antusias, menghadirkan materi tentang penerapan Deep Learning dan integrasinya dengan penguatan karakter berbasis cinta sebagai fondasi pembelajaran di madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *