SIDOARJO – Sebanyak 63 CPNS Sidoarjo resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara hybrid melalui Zoom Meetings, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kamis (21/5/2026). Prosesi pelantikan ini dilaksanakan serentak bersama dengan PNS dari Kemenag Kota Surabaya serta satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia. Sementara itu, pusat kegiatan luring dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta.

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Dalam arahannya, Menag mengingatkan bahwa status sebagai PNS merupakan amanah besar yang lahir dari perjuangan, pengorbanan, serta doa panjang orang tua dan orang-orang terdekat.
“Sebagai ASN Kementerian Agama, berpegangteguhlah pada prinsip BerAKHLAK dan istiqamah. Warna putih yang identik dengan Kementerian Agama menggambarkan bahwa setitik noda saja akan sangat terlihat,” pesan Menteri Agama.
Menag juga menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai ISTIQAMAH dalam bekerja dan melayani masyarakat, yang merupakan akronim dari:
- Ikhlas & Sabar
- Tawadhu’ & Ihsan
- Qanaah & Amanah
- Akhlakul Karimah & Hikmah
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., turut mengingatkan para ASN baru untuk selalu mengedepankan prinsip 4K dalam bekerja, yaitu Kecepatan, Kemudahan pelayanan, Kemanfaatan kebijakan, dan Kebahagiaan masyarakat.
Ditemui secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menyampaikan rasa bangga dan mengucapkan selamat kepada 63 ASN Sidoarjo yang telah resmi menyandang status PNS penuh setelah melewati masa pengabdian satu tahun serta menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar).
“Selamat bergabung sebagai keluarga besar Kementerian Agama. Status baru ini membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk umat dan bangsa,” tutur Mufi Imron Rosyadi.
Beliau juga berpesan agar momentum pelantikan ini dijadikan gerbang awal untuk membentuk aparatur yang profesional, berkelas, dan mampu menjalankan program ASTA PROTAS Kementerian Agama demi mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
“Mari kita bersama-sama membawa Kemenag Sidoarjo menjadi instansi yang solid, bekerja sebagai satu tim yang saling menguatkan, menjunjung tinggi integritas, serta senantiasi merawat semangat moderasi beragama di tengah masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.