Tarik, Sidoarjo — Sebanyak 13 pegawai MTs Negeri 3 Sidoarjo menerima Penghargaan Satyalancana Karya Satya dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang dipusatkan di MTsN 4 Sidoarjo. Penganugerahan ini menjadi momentum apresiasi bagi para ASN yang telah mengabdikan diri secara konsisten kepada bangsa dan Kementerian Agama.
Dari total penerima, 12 merupakan guru dan 1 orang adalah staf Tata Usaha, seluruhnya berstatus ASN PNS. Penghargaan diberikan berdasarkan masa kerja mereka yang telah mencapai 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun. Ketigabelas pegawai tersebut dinyatakan memenuhi syarat pengabdian tanpa catatan pelanggaran serta memiliki rekam jejak kinerja yang baik.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Satyalancana bukan hanya simbol kehormatan, melainkan bentuk pengakuan negara atas loyalitas para aparatur.“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang yang telah diberikan kepada Kementerian Agama. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Acara penganugerahan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para kepala madrasah, pejabat Kemenag, serta peserta upacara HAB. Suasana penghormatan terlihat kuat, terutama ketika para penerima dipanggil maju satu per satu untuk menerima medali dan piagam penghargaan di hadapan seluruh tamu undangan.
Salah satu penerima penghargaan, Tolip, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan harapannya setelah menerima Satyalancana.“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Semoga penghargaan ini semakin menumbuhkan semangat kami untuk berkontribusi lebih maksimal demi kemajuan negara dan bangsa,” tuturnya.
Pemberian Satyalancana Karya Satya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai MTsN 3 Sidoarjo untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta kualitas layanan pendidikan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus selalu mendapatkan penghargaan dari negara.