Evaluasi Pemetaan dan Redistribusi Guru Madrasah Negeri Berbasis Kebutuhan oleh Itjen Kemenag RI

Click to share!

Sidoarjo (Humas) – Kemenag Sidoarjo terima kunjungan Supervisi terhadap Tim Evaluasi Pemetaan dan Redistribusi Guru Berbasis Kebutuhan dari Inspektorat Jenderal Kemenag RI pada Senin, 19 Agustus 2024 di Aula Al Ikhlas II. Tim yang diketuai oleh Hendro Dwi Antoro bersama Luli Achriyani sebagai pengendali teknis ,Feriantin Erlina Indrawati dan Muhtar sebagai anggota , diterima langsung Kepala Kantor Moh. Arwani dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rohmat Nasrudin didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Ahmad Fathoni.

Pengendali Teknis Luli Achriyani menegaskan evaluasi pemetaan dan redistribusi guru dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan semakin merata. “Sebagaimana pesan Gus Menteri bahwa Pendidikan adalah hal yang sangat penting karena setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.” ungkap Luli.

Menurut Luli, pendidikan yang merata dapat dicapai dengan distribusi sumber daya pendidikan secara adil, penyediaan akses yang setara bagi semua individu dan peningkatan kualitas pendidikan di lembaga. Tentunya ini akan berhubungan dengan penempatan guru sesuai dengan kebutuhannya. Karena efek dari penempatan guru tersebut yang sesuai dengan kebutuhannya maka akan melahirkan siswa-siswi madrasah yang berkualitas.

Berdasarkan informasi dari tim bahwa di Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo terdapat 6 guru yang keluar dan 19 guru yang masuk yang merupakan kategori redistribusi. Sementara itu, Kepala satker madrasah negeri MIN 1, MIN 2, MTsN 1-4 dan MAN Sidoarjo juga dihadirkan untuk membantu tim teknis dalam pelaksanaan evaluasi ini dengan mengisi Google Form terkait beberapa pertanyaan yang nantinya akan dapat ditarik kesimpulannya.

Tim Evaluasi Pemetaan dan Redistribusi Guru dapat menggali data-data penting tentang guru, memetakan masalah yang muncul dan bagaimana praktik distribusi dijalankan. “Hasilnya tentunya dapat menjadi bahan perbaikan terhadap regulasi dan kebijakan.” pungkas Luli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *