MIN 1 Sidoarjo semakin memantapkan langkahnya untuk meraih predikat Madrasah Adiwiyata melalui berbagai kegiatan peduli lingkungan. Salah satu kegiatan rutin yang saat ini tengah digalakkan adalah kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Sampah. Di bawah koordinasi Ibu Binti Qoni’ah, S.Pd.I, kegiatan ini telah berjalan hampir satu minggu dan melibatkan peserta didik pilihan yang tergabung dalam kader pokja sampah.

Kegiatan yang dimulai sejak Senin, 3 Februari 2025 ini dilaksanakan setiap hari, 30 menit sebelum jam pulang sekolah. Para kader pokja sampah, didampingi seorang guru, melakukan pemilahan sampah yang dikumpulkan dari seluruh lingkungan madrasah. Sampah-sampah tersebut dipisahkan menjadi beberapa jenis, seperti botol plastik bekas, sampah kertas bekas, sampah sisa makanan, dan daun kering.
“Sampah botol plastik bekas dan sampah anorganik lainnya yang telah dikumpulkan ditimbang setiap harinya dan dicatat untuk disetorkan ke bank sampah yang dikelola oleh madrasah yang bekerja sama dengan bank sampah di lingkungan madrasah,” jelas Ibu Binti Qoni’ah.

Lebih lanjut, Ibu Binti menjelaskan bahwa sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan tidak dibuang begitu saja. Para peserta didik diajari cara membuat pupuk kompos dari sampah-sampah tersebut. Pupuk kompos ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan madrasah, sehingga menciptakan lingkungan yang asri dan rindang.

Kepala Madrasah, Ibu Sri Utami, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada masing-masing peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam membuang sampah sesuai dengan tempat yang telah disediakan.
“Kegiatan ini merupakan tindakan lanjutan setelah kepala madrasah melakukan sosialisasi pemilahan 3 jenis tong sampah demi terwujudnya MIN 1 Sidoarjo menjadi madrasah adiwiyata,” imbuh Ibu Sri Utami.
Kegiatan pokja sampah ini merupakan salah satu dari serangkaian upaya MIN 1 Sidoarjo untuk menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta didik untuk menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak dini. (zd)