
Kasus penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti sedang marak terjadi di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan pendidikan. Menanggapi hal ini, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Sidoarjo mengambil langkah cepat tanggap sebagai upaya preventif untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya tersebut. Pada hari Kamis (3/3/2025), MIN 1 Sidoarjo bekerja sama dengan Puskesmas Buduran untuk melakukan fogging (pengasapan) di seluruh sudut madrasah. Kegiatan ini dilakukan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti dewasa yang menjadi vektor penyakit DBD.

Sebanyak dua petugas dari Puskesmas Buduran diterjunkan untuk melakukan fogging dengan menggunakan peralatan khusus. Mereka menyisir setiap ruangan, halaman, dan area lain di lingkungan MIN 1 Sidoarjo untuk memastikan tidak ada nyamuk yang tersisa. Kepala MIN 1 Sidoarjo, Ibu Sri Utami, menegaskan bahwa kegiatan fogging ini dilakukan agar seluruh warga madrasah terhindar dari bahaya penyakit demam berdarah. “Kami tidak ingin ada warga madrasah yang menjadi korban DBD. Oleh karena itu, kami melakukan fogging secara rutin sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.
Selain fogging, MIN 1 Sidoarjo juga mengimbau seluruh warga madrasah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Beberapa langkah PHBS yang dianjurkan antara lain: menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. (zd)