Sidoarjo — Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo mendirikan Posko Peduli Ponpes Al Khoziny di sekitar area pondok pesantren mulai hari kedua pascaambruknya musholla hingga berakhir Minggu (5/10).
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pelayanan bagi keluarga santri yang menunggu di sekitar lokasi kejadian. Di posko tersedia air mineral, makanan ringan, perlengkapan mandi, dan kebutuhan harian lainnya bagi para orang tua santri yang dengan cemas menanti kabar anak-anak mereka pascaruntuhnya bangunan musholla.
Selain melayani keluarga santri, posko ini juga menjadi tempat pengumpulan bantuan dari keluarga besar Kemenag Kabupaten Sidoarjo, baik dari kantor induk, satuan kerja madrasah negeri, maupun KUA di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Berbagai bantuan logistik dan kebutuhan pokok terus disalurkan melalui posko tersebut.

Kepala Kemenag Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menyampaikan bahwa pendirian posko ini merupakan wujud nyata kepedulian ASN Kemenag terhadap para santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny.
“Kami mendirikan posko ini agar para orang tua santri yang menunggu anak-anaknya bisa merasa lebih tenang dan mendapatkan tempat istirahat yang layak. Di posko ini juga kami pusatkan bantuan yang datang dari seluruh unit kerja Kemenag Sidoarjo, supaya penyalurannya lebih tertib dan tepat sasaran,” ujar Mufi Imron Rosyadi.
Lebih lanjut, Mufi menambahkan bahwa posko dijaga setiap hari oleh para ASN Kemenag Sidoarjo, mulai dari pagi, siang, sore hingga malam, secara bergantian oleh unsur pejabat struktural, penyuluh agama, guru, dan pengawas pendidikan madrasah.
“Ini adalah bentuk gotong royong dan solidaritas keluarga besar Kemenag Sidoarjo. Kami ingin hadir tidak hanya secara administratif, tapi juga secara nyata di tengah masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Melalui pendirian posko ini, Kemenag Sidoarjo berharap seluruh proses penanganan pascakejadian dapat berjalan dengan baik, serta memberikan dukungan moril bagi para santri, keluarga, dan pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny agar bisa segera pulih dan beraktivitas seperti sediakala.
