Sidoarjo — Sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri korban ambruknya musholla Pondok Pesantren Al Khoziny, kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menyalurkan sedikitnya 20 bingkisan dan santunan kepada para santri yang turut menjadi korban.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar saat mengunjungi para santri yang sedang dirawat di RS Siti Hajar dan RSUD Notopuro Sidoarjo.

Kepala Kemenag Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menyampaikan bahwa santunan ini merupakan wujud nyata empati dan solidaritas keluarga besar Kemenag Sidoarjo kepada para santri serta keluarga Pondok Pesantren Al Khoziny.
“Kami menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang terjadi. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun menjadi simbol kasih sayang dan perhatian kami kepada para santri yang terdampak,” ujar Mufi Imron Rosyadi.
Bingkisan dan santunan yang disalurkan berasal dari sumbangan ASN Kemenag Sidoarjo, baik dari kantor induk, madrasah negeri, maupun seluruh KUA di tingkat kecamatan. Menurut Mufi, hal ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan semangat gotong royong di lingkungan Kemenag.

“Kemenag Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir tidak hanya melalui pelayanan keagamaan dan pendidikan, tetapi juga dalam aksi nyata kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para santri dan keluarga yang sedang menjalani pemulihan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kemenag Sidoarjo juga telah mendirikan Posko Peduli di sekitar area pondok pesantren untuk membantu keluarga santri sejak hari pertama kejadian. Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepedulian ASN Kemenag dalam memberikan dukungan moril maupun material kepada pihak ponpes dan para wali santri.