SIDOARJO – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggencarkan upaya optimalisasi peran pengelolaan zakat produktif melalui kegiatan pembinaan bagi 31 unsur Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Sidoarjo. Kegiatan ini berlangsung di Aula Ikhlas 1 Kemenag Sidoarjo pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Ketua Penyelenggara kegiatan, Bapak Farid Yusron, menegaskan pentingnya pengoptimalan peran amil zakat untuk kemaslahatan umat. “Zakat harus lebih bisa diarahkan untuk pembangunan masyarakat,” ujarnya. Farid berharap lembaga amil zakat di tahun 2025 mampu memberikan dampak langsung dan jangka panjang, khususnya melalui bantuan modal usaha untuk pelaku usaha. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kerja sama, kolaborasi, dan sinergitas antara Kemenag, BAZNAS, dan lembaga zakat lainnya.

Kepala Kankemenag Sidoarjo, Bapak Mufi Imron Rosyadi, dalam pengarahannya menyatakan bahwa pembinaan ini bertujuan menggali potensi dalam pengembangan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui skema zakat produktif. Beliau menekankan program unggulan “Kampung Zakat Kabupaten Sidoarjo” yang telah diluncurkan. Ia berharap program ini dapat terus berjalan dan berkembang secara optimal pada tahun 2025, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, untuk memperkuat ekosistem wakaf, Bapak Mufi mengumumkan inisiatif penting yang diadopsi dari kebijakan pusat. “Nantinya harapan saya siswa siswi madrasah akan ada Gerakan Wakaf ” ungkapnya. Gerakan ini merupakan implementasi lokal dari program nasional Gerakan Wakaf Pendidikan Islam yang diinisiasi oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang bertujuan mendorong kemandirian dan pengembangan pendidikan madrasah dan pesantren melalui wakaf produktif. Sinergi antara Kemenag dan para pengelola ZIS ini menjadi kunci untuk mentransformasi peran zakat, dari sekadar bantuan konsumtif menjadi modal pemberdayaan sosial-ekonomi, dengan program Kampung Zakat dan Gerakan Wakaf Siswa sebagai pilar utamanya.