Safari Pesantren di Jatim, Menag Sambangi Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo

Click to share!

Sidoarjo — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar melaksanakan agenda safari beberapa pesantren di Jawa Timur salah satunya mengunjungi Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo, Jumat (6/3). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh pendiri sekaligus pengasuh pesantren, KH. Agoes Ali Masyhuri.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi Menteri Agama ke sejumlah pesantren di Jawa Timur sekaligus untuk mensosialisasikan rencana penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah terus menghadirkan berbagai program baru yang memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pendidikan Islam, khususnya pendidikan pesantren. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pemisahan pengelolaan pendidikan Islam dan pendidikan pesantren guna memperkuat dukungan kebijakan serta alokasi anggaran bagi pengembangan pesantren.

“Sesungguhnya kita ingin ke depan dengan adanya Ditjen Pondok Pesantren, pembinaan pondok itu akan lebih banyak dan lebih merata,” ujar Menag.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pesantren, Kementerian Agama melalui Direktorat Pesantren juga menyerahkan bantuan operasional senilai Rp100 juta kepada Pondok Pesantren Bumi Sholawat. Selain itu, diserahkan pula paket buku pesantren sebagai bagian dari penguatan literasi di lingkungan pendidikan pesantren. Dalam safari pesantren tersebut, bantuan serupa juga diberikan kepada pesantren lainnya di Jawa Timur.

Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menyampaikan bahwa safari pesantren menjadi sarana dialog langsung antara pemerintah dan pesantren untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.

“Safari pesantren sangat penting karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog langsung antara pemerintah dan pesantren. Melalui kunjungan ini, Menteri Agama dapat melihat secara langsung dinamika, kebutuhan, serta kontribusi nyata pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan langsung tersebut dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih kontekstual dan berpijak pada realitas pesantren. Kehadiran Menteri Agama di lingkungan pesantren juga dinilai memberikan penguatan moral bagi pengelola dan para santri serta menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis pesantren dalam pendidikan keagamaan dan pembangunan sosial.

Selama kunjungan berlangsung, Menteri Agama juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren. Ia melihat secara langsung proses kegiatan belajar mengajar di ruang kelas serta menyapa para santri yang tengah mengikuti pembelajaran.

Menariknya, dalam kunjungan tersebut Menag juga berkesempatan melihat para santri yang tengah mempersiapkan diri mengikuti kompetisi di bidang teknologi dengan mempelajari pemrograman atau coding. Hal ini menunjukkan upaya pesantren dalam mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan penguatan kompetensi teknologi bagi para santri.

Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemitraan dengan pesantren sekaligus memastikan dukungan kebijakan dan program pemerintah dapat menjangkau lembaga pendidikan keagamaan secara lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *