PEMBINAAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PAI MELALUI OPTIMALISASI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) KABUPATEN SIDOARJO

Click to share!

Pada hari Rabu, 29 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Optimalisasi Peran Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia guru PAI.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 150 (seratus lima puluh) guru PAI jenjang Sekolah Dasar. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang PAI Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Kepala Seksi PAIS, Ketua Kelompok Kerja Pengawas, Pengawas PAI, serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Kepala seksi PAIS menegaskan bahwa KKG tingkat Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Selain itu, disampaikan pula sejumlah program unggulan, di antaranya program tahfidz “SIMBAHQU” yang difasilitasi pemerintah daerah setiap tahun, serta gerakan bersih masjid yang dilaksanakan pada jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam mengimplementasikan program-program PAIS secara optimal.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan, khususnya program tahfidz Al-Qur’an dan penguatan budaya religius di sekolah (school religion culture). Ia menegaskan dukungannya terhadap peran KKG sebagai wadah peningkatan kompetensi guru, terutama dalam memperkuat mutu pendidikan keagamaan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang PAI Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bertindak sebagai pembina dan menyampaikan materi terkait pentingnya peningkatan kompetensi guru PAI melalui penguatan peran KKG. Pembinaan menekankan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter peserta didik yang religius.

Guru PAI didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui pendidikan lanjutan serta memanfaatkan berbagai program peningkatan kualifikasi yang tersedia. Guru PAI juga diharapkan mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan religius di sekolah melalui pengembangan program keagamaan yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan sesi wawancara singkat berupa tanya jawab terkait perasaan dan kesan setelah menerima penghargaan tahfidz 30 juz. Wawancara tersebut melibatkan siswi dari SMP Negeri 1 Tulangan, yaitu Mayrani Fitri Widiani dan Farihatul Azizah. Berdasarkan hasil wawancara, keduanya menyampaikan bahwa keberhasilan dalam mencapai target hafalan menimbulkan perasaan syukur, bangga, dan haru, karena seluruh proses dan perjuangan yang telah dilalui terasa terbayar. Mereka juga menyampaikan bahwa proses menghafal Al-Qur’an memerlukan kesabaran, konsistensi, serta ketekunan dalam mengulang hafalan setiap hari, mereka juga mengajak peserta lain untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Adapun harapan yang disampaikan adalah keinginan untuk terus menjaga kualitas hafalan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan manfaat yang lebih luas. Keberhasilan tersebut juga didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif selama proses menghafal berlangsung.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara, serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan. Diharapkan melalui kegiatan ini, kompetensi guru PAI semakin meningkat secara berkelanjutan, sehingga mampu mengoptimalkan peran KKG dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta penguatan karakter religius peserta didik di masing-masing satuan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *