Bhikkhu Thudong Singgah di Kelenteng Tjong Hok Kiong, Kemenag Sidoarjo Tekankan Pesan Perdamaian dan Kemanusiaan

Click to share!

Sidoarjo — Sebanyak 58 bhikkhu dari Indonesia, Malaysia, Laos dan Thailand yang mengikuti perjalanan spiritual “Indonesia Walk for Peace; Memperkokoh Persatuan dan Menjaga Perdamaian” singgah di Klenteng TITD Tjong Hok Kiong, Sidoarjo, dalam perjalanan menuju Candi Borobudur untuk perayaan Waisak 2026.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta umat Buddha. Para bhikkhu dijadwalkan bermalam di klenteng sebelum melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya.

Para bhikkhu yang berusia antara 23 hingga 67 tahun tersebut akan melintasi empat provinsi, yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga berakhir di Yogyakarta pada 28 Mei 2026 mendatang sebelum tiba di Borobudur. Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi perjalanan spiritual yang bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya hidup damai di tengah keberagaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan damai tersebut sangat selaras dengan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan kerukunan umat beragama dan cinta kemanusiaan.

“Perjalanan Indonesia Walk for Peace dari Bali menuju Borobudur ini sungguh sangat menyentuh bagi kami di Kementerian Agama. Moderasi beragama adalah tentang menemukan titik temu, menghormati perbedaan, dan berjalan bersama dalam harmoni,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa persinggahan di Kelenteng Tjong Hok Kiong menjadi simbol kuat bahwa rumah ibadah bukan hanya tempat menjalankan keyakinan, tetapi juga rumah bagi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

“Tempat ini mengingatkan kita bahwa apa pun keyakinan kita, kita semua berada di bawah atap yang sama dalam hal kebaikan dan perdamaian,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas agama sekaligus memperkuat semangat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *