Sidoarjo — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo mendukung pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) keagamaan lintas sektoral yang akan digelar sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo. Rakor tersebut diharapkan menjadi wadah penguatan peran pesantren sekaligus menjaga citra positif lembaga pendidikan keagamaan di tengah berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat dan media sosial.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Moh. Solehudin, saat menjadi pembina apel Senin pagi yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Senin (8/6/2026). Apel diikuti oleh ASN kantor induk dan ASN Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidoarjo.
Dalam amanatnya, Moh. Solehudin menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo turut menghadiri Rakor MUI Kabupaten Sidoarjo yang dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026). Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah rencana pelaksanaan rakor keagamaan yang melibatkan unsur MUI Kabupaten Sidoarjo, Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, forum tersebut merupakan bentuk sinergi antarlembaga dalam memperkuat pembinaan pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Selama ini, berbagai pihak masih menghadapi tantangan dalam menghimpun para pengasuh pondok pesantren dalam satu forum koordinasi yang representatif. Karena itu, rakor keagamaan yang akan digelar diharapkan menjadi sarana komunikasi, konsolidasi, dan penguatan komitmen bersama dalam memajukan dunia pesantren.
Rencananya, rakor akan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti sekitar 150 hingga 200 perwakilan pondok pesantren yang terdiri atas pengasuh, pengurus, maupun santri senior. Fokus pembahasan akan diarahkan pada upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi santri, termasuk pencegahan perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual.
Selain itu, forum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat citra positif pesantren yang dalam beberapa waktu terakhir kerap mendapat sorotan akibat berbagai kasus yang mencuat di ruang publik dan media sosial. Melalui pendekatan kolaboratif, seluruh pihak berupaya memastikan bahwa pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu menjalankan fungsi pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan secara optimal.
Moh. Solehudin berharap rakor keagamaan tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan langkah-langkah strategis yang bermanfaat bagi perkembangan pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Persiapan teknis kegiatan akan segera dibahas lebih lanjut melalui rapat pimpinan harian MUI Kabupaten Sidoarjo.
“Diharapkan marwah pesantren tetap terjaga, menjadi lingkungan yang ramah bagi para santri, serta terbebas dari stigma negatif yang berkembang di media sosial. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjalankan perannya sebagai pusat tafaqquh fiddin, yakni upaya sungguh-sungguh dalam memahami dan mendalami ilmu agama Islam,” pungkasnya.