
Sidoarjo – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara Purna Siswa Kelas VI MI Darussalam Sugihwaras, Candi, yang diikuti oleh 107 siswa, Rabu (11/6/2026). Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo yang memberikan motivasi kepada para siswa, wali murid, dan tenaga pendidik agar terus berkomitmen memajukan pendidikan generasi masa depan.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Sidoarjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang madrasah ibtidaiyah. Ia berharap para lulusan tidak berhenti sampai di tingkat dasar, melainkan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan siswa yang hari ini dilepas dan diwisuda dapat melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan yang dicita-citakan. Jangan pernah berhenti belajar. Pendidikan anak-anak kita tidak boleh berhenti hanya sampai MI, MTs, atau MA saja, tetapi harus terus berlanjut hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa momen wisuda tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, wisuda harus menjadi momentum penguatan komitmen antara orang tua dan anak untuk terus menempuh pendidikan setinggi mungkin.

“Kepada bapak dan ibu wali murid, saya berharap momen ini jangan hanya dianggap sebagai acara seremonial. Jadikan ini sebagai penguatan bahwa pendidikan anak-anak harus terus berlanjut sampai mereka memiliki gelar di belakang namanya. Kita berharap ada yang menjadi sarjana, magister, doktor, bahkan suatu saat salah satu lulusan MI Darussalam menjadi profesor,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala Kemenag menekankan pentingnya doa dan dukungan orang tua dalam mengantarkan kesuksesan anak. Menurutnya, semangat belajar yang dimiliki anak harus dibarengi dengan doa dan ikhtiar yang tidak pernah putus dari orang tua.
“Saya yakin jika semangat anak-anak terus dipacu dan orang tua terus mendukung melalui doa serta ikhtiar, InsyaAllah mereka akan berhasil. Tidak ada keberhasilan yang lepas dari doa orang tua,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan keunggulan pendidikan madrasah yang tidak hanya membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pendidikan agama yang menjadi fondasi kehidupan.
“Keuntungan anak kita ketika bersekolah di madrasah adalah mereka mendapatkan ilmu pengetahuan sekaligus bekal agama yang kuat. Imtek dan imtak berjalan seimbang. Ilmu pengetahuan dan teknologinya maju, tetapi iman dan takwanya juga kokoh,” jelasnya.
Menurutnya, harapan terbesar setiap orang tua bukan hanya melihat anak sukses secara akademik dan karier, tetapi juga tetap menjadi pribadi yang solih dan solihah.
“Semua orang tua pasti berdoa agar ketika anaknya sukses, mereka tetap menjaga salatnya, tetap berbakti kepada orang tua, dan tidak melupakan doa untuk ayah dan ibunya. Itulah cita-cita yang ingin diwujudkan melalui pendidikan madrasah,” ungkapnya.
Karena itu, ia menilai madrasah merupakan tempat yang tepat bagi orang tua untuk menitipkan pendidikan putra-putrinya.

“Ketika kita menitipkan anak di madrasah, kita berharap mereka tidak hanya menjadi orang sukses, tetapi juga tetap memiliki akhlak yang baik dan selalu menghormati orang tua. Madrasah adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan harapan tersebut,” tambahnya.
Selain memberikan motivasi kepada siswa dan wali murid, Kepala Kemenag Sidoarjo juga berpesan kepada para guru dan tenaga pendidik yang bertugas di MI Darussalam agar tidak cepat merasa puas dengan capaian yang telah diraih.
“Jangan pernah puas sebelum madrasah ini semakin maju setiap tahunnya. Terus tingkatkan mutu pendidikan dan prestasi madrasah. Kita ingin madrasah ini semakin dikenal luas dan mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa tantangan masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan karakter dan spiritual yang kokoh.
“Ketika anak-anak kita siap menghadapi masa depan, yang paling penting adalah mereka memiliki bekal agama yang kuat. Dengan begitu, alumni MI Darussalam akan menjadi orang-orang hebat di berbagai bidang tanpa kehilangan nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Kepada seluruh wali murid, Kepala Kemenag kembali mengingatkan agar tidak menyerah dalam memperjuangkan pendidikan anak meskipun menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.
“Sesulit apa pun keadaan yang dihadapi, usahakan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan setinggi mungkin sampai kuliah. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kepala Kemenag menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat kepada MI Darussalam Sugihwaras. Hal tersebut terlihat dari tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut.
“MI Darussalam telah menunjukkan diri sebagai madrasah yang dipercaya masyarakat. Tahun ini mewisuda 107 siswa dan telah menerima sekitar 130 siswa baru. Bahkan untuk tahun berikutnya sudah ada calon peserta didik yang mendaftar lebih awal. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang luar biasa,” katanya.
Ia berharap kepercayaan tersebut terus dijaga dengan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, prestasi akademik maupun nonakademik, serta penguatan karakter keagamaan peserta didik.
“Mudah-mudahan MI Darussalam terus berkembang, semakin berprestasi, semakin bermutu, dan menjadi madrasah yang selalu dicari masyarakat Sidoarjo bahkan dari luar daerah,” pungkasnya.
(Humas)
