Sidoarjo — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kebimasan di Aula Al Ikhlas 1 Kankemenag Sidoarjo, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara Kementerian Agama dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program-program kebimasan dan pelayanan keagamaan di Kabupaten Sidoarjo.

Rakor dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, dan dihadiri Kasubbag TU, Kepala Seksi dan Penyelenggara, Pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Wakil Ketua IV (Bidang Administrasi, SDM, Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan) BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Ilhamuddin, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sidoarjo Ruhu Syahid Toha, para penyuluh agama, serta Kepala KUA yang juga bertugas sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).
Dalam arahannya, Mufi Imron Rosyadi menegaskan bahwa rakor ini bukan sekadar agenda koordinasi rutin, melainkan ruang bersama untuk menyerap aspirasi, berbagi informasi, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Menurutnya, tantangan pelayanan keagamaan saat ini membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar program-program yang dijalankan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berbagai isu menjadi pembahasan dalam rakor, mulai dari penguatan moderasi beragama, optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), hingga penyelenggaraan perwakafan. Peserta juga menyampaikan berbagai dinamika yang terjadi di wilayah masing-masing untuk didiskusikan bersama sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Ilhamuddin, memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dan sedang dijalankan, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah. Di antaranya program bantuan penebusan ijazah bagi siswa kurang mampu, pendampingan kepesertaan BPJS Kesehatan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis kesejahteraan umat.
Ia juga mengajak para penyuluh agama dan jajaran KUA untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengidentifikasi masyarakat yang berhak menerima manfaat program BAZNAS. Menurutnya, sinergi tersebut akan semakin mengoptimalkan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah kepada para mustahik yang membutuhkan.
Selain itu, forum juga membahas pentingnya peningkatan literasi zakat di lingkungan masyarakat maupun aparatur sipil negara. Optimalisasi penghimpunan zakat diharapkan mampu memperkuat berbagai program sosial dan pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat.
Sementara itu, Ketua BWI Sidoarjo, Ruhu Syahid Toha, menyampaikan berbagai perkembangan regulasi perwakafan sekaligus tantangan yang masih dihadapi dalam pelayanan wakaf. Pembahasan difokuskan pada pentingnya tertib administrasi, percepatan penerbitan Akta Ikrar Wakaf (AIW), pendataan aset wakaf, serta penguatan koordinasi antara BWI dengan Kepala KUA sebagai PPAIW agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan memiliki kepastian hukum.
Diskusi juga menyoroti perlunya penyamaan persepsi seluruh pihak dalam implementasi regulasi perwakafan sehingga proses pelayanan wakaf dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta meminimalkan potensi persoalan hukum di kemudian hari.
Melalui forum ini, para peserta saling bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, mulai dari pelayanan keagamaan, penguatan moderasi beragama, pengelolaan zakat, hingga administrasi perwakafan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan penyusunan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Rakor Kebimasan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, BWI, penyuluh agama, dan KUA sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak. Kolaborasi tersebut juga menjadi modal penting dalam menyukseskan program-program prioritas Kementerian Agama sekaligus mendukung pelaksanaan program BAZNAS dan BWI demi terwujudnya kemaslahatan umat di Kabupaten Sidoarjo.