Pokja Majelis Taklim Sidoarjo Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba

Click to share!

Sidoarjo (Humas) — Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim Kabupaten Sidoarjo menggelar Pembinaan Manajemen Majelis Taklim pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus majelis taklim dalam mengelola organisasi secara profesional, akuntabel, dan berdaya guna sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan umat.

Kegiatan yang diikuti para perwakilan majelis taklim se-Kabupaten Sidoarjo tersebut menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, serta Tim Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Jawa Timur, Arie Soeripan, sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Seksi Bimas Islam Imam Mukhozali dan Ketua Pokja Majelis Taklim Kabupaten Sidoarjo, Hj. Fatimatuz Zahro.

Dalam sambutannya, Hj. Fatimatuz Zahro menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan majelis taklim agar mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Selain meningkatkan kemampuan pengelolaan organisasi, kegiatan ini juga memberikan pembinaan administrasi kelembagaan, peningkatan kualitas dakwah, serta penguatan moderasi beragama.

Menurutnya, majelis taklim memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat sehingga dituntut terus memperkuat kapasitas diri. Ia berharap gerakan penguatan majelis taklim dapat menjadi gerakan yang masif sehingga keberadaan majelis taklim semakin dikenal, dipercaya, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Hingga saat ini telah terdapat 315 majelis taklim yang terdaftar di Kemenag Kabupaten Sidoarjo. Kasi Bimas Islam Imam Mukhozali mengajak para pengurus untuk bersinergi dengan penyuluh agama dalam mendorong pendataan sekaligus pembinaan majelis taklim di wilayah masing-masing.

“Pengurus majelis taklim memiliki tanggung jawab untuk memberikan bimbingan kepada anggotanya, sehingga organisasi ini mampu menjadi wadah pembinaan umat yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Mufi Imron Rosyadi, menegaskan bahwa tugas majelis taklim sangat strategis dalam pengembangan dakwah di tengah masyarakat. Menurutnya, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan membawa nilai-nilai keislaman ke dalam kehidupan keluarga sehingga tercipta rumah tangga yang sejahtera, harmonis, dan penuh kasih sayang.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran majelis taklim dalam menjaga anak dan keluarga dari berbagai pengaruh negatif, terutama penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV. Melalui dakwah yang menyentuh kehidupan keluarga, majelis taklim diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membentuk generasi yang berakhlak mulia.

Pada sesi materi, Arie Soeripan dari Tim GRANAT Jawa Timur memaparkan materi bertajuk “Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.” Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama sekaligus benteng terakhir dalam melindungi generasi dari ancaman narkoba.

Menurutnya, pembentukan kepribadian, nilai, dan norma dimulai dari lingkungan keluarga melalui interaksi yang sehat antara orang tua dan anak. Karena itu, keluarga memiliki peran sentral dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai moral dan agama, serta mengawasi pergaulan anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui pembinaan ini, Pokja Majelis Taklim Kabupaten Sidoarjo berharap pengurus majelis taklim semakin profesional dalam mengelola organisasi sekaligus mampu memperkuat perannya sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam pembinaan umat. Dengan tata kelola yang baik dan sinergi bersama penyuluh agama serta berbagai pemangku kepentingan, majelis taklim diharapkan semakin berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *