Sidoarjo – Ada cara unik dan menyenangkan yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi kepada peserta didik baru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sidoarjo secara penuh mendukung inovasi “Belajar Moderasi Beragama berbasis Panca Cinta” melalui media permainan (game) interaktif. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) di MAN Sidoarjo pada Selasa (14/07/2026).
Kehadiran Ketua DWP Kemenag Sidoarjo beserta jajaran pengurus di tengah-tengah ratusan siswa baru menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam mengawal penguatan karakter sejak dini. DWP Kemenag Sidoarjo menilai bahwa pendekatan edukasi berbasis permainan merupakan langkah yang sangat efektif dan relevan bagi generasi muda saat ini.
Dalam sesi tersebut, para murid baru tidak duduk mendengarkan ceramah satu arah, melainkan terlibat aktif dalam berbagai simulasi permainan kelompok yang seru. Media game ini dirancang khusus untuk mengemas pilar-pilar Panca Cinta Moderasi Beragama menjadi tantangan yang harus dipecahkan bersama. Melalui dinamika kelompok, kuis interaktif, dan permainan peran, para siswa belajar secara langsung tentang arti penting komitmen kebangsaan, toleransi terhadap perbedaan, sikap anti-kekerasan, serta penghormatan terhadap tradisi.
Ketua DWP Kemenag Sidoarjo dalam kesempatannya mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme para siswa. Menurutnya, belajar moderasi beragama melalui media game membuat nilai-nilai yang terkesan berat menjadi sangat cair, mudah dipahami, dan melekat di ingatan anak. Melalui permainan ini, anak-anak diajarkan cara berdiskusi, menurunkan ego, menghargai pendapat teman, dan merajut kebersamaan tanpa memandang latar belakang.
Sebagai bentuk penguatan dari hasil belajar lewat game tersebut, kegiatan ditutup dengan pengukuhan Duta Moderasi Beragama MAN Sidoarjo. Ketua DWP Kemenag Sidoarjo menyematkan secara langsung selempang duta kepada perwakilan siswa terpilih yang akan bertugas menjadi motor penggerak kebaikan dan toleransi di lingkungan madrasah.
Dengan adanya kolaborasi dan dukungan aktif dari DWP Kemenag Sidoarjo, diharapkan metode belajar kreatif seperti ini dapat terus dikembangkan. Tujuannya adalah memastikan MAN Sidoarjo tumbuh menjadi madrasah yang sejuk, inklusif, ramah anak, dan melahirkan generasi penerus bangsa yang toleran berlandaskan Panca Cinta. (YD)