Sidoarjo, 24 Agustus 2026 — Lebih dari 1.000 warga MTsN 2 Sidoarjo memadati Masjid At-Taqwa, Senin (24/8), dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian semarak keagamaan setelah selama dua hari, 20–21 Agustus 2026, para siswa mengikuti Lomba Nadhom Aqidatul Awam.Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan pesan yang saling berkaitan: memperkuat akidah melalui pembelajaran Aqidatul Awam sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui keteladanan akhlak.Waka Humas MTsN 2 Sidoarjo, Amar Muzaky, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Aqidatul Awam memiliki posisi penting bagi siswa madrasah karena memuat dasar-dasar ilmu tauhid. Melalui kitab tersebut, siswa dikenalkan pada sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah serta Rasul yang menjadi bagian penting dari pengetahuan dasar seorang muslim.“Kitab ini penting karena menjadi dasar ilmu tauhid. Ditulis dalam bentuk nadham yang berirama sehingga lebih mudah dihafalkan dan ditanamkan kepada siswa sejak dini,” jelas Pak Amar.Menurutnya, pembelajaran Aqidatul Awam juga dapat menjadi benteng akidah bagi generasi muda. Pemahaman tauhid yang benar diharapkan mampu menjadi pondasi siswa dalam menghadapi berbagai pemikiran dan pengaruh yang berkembang di masa depan.Pesan tersebut kemudian menemukan relevansinya dalam peringatan Maulid Nabi.

Kegiatan selanjutnya yaitu Ceramah agama diawali pembukaan oleh Farah Nisrina 9A dan Sayida Khadijah 8A., dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Pasha Eki dari kelas 8G. Suasana semakin khidmat melalui pembacaan Diba’ yang dipimpin Drs. Ahmad Hidayat, M.Pd.I., bersama grup banjari As-Shofa Puncak acara diisi ceramah agama oleh Kepala MTsN 2 Sidoarjo, Ahmad Mujahidin, S.Ag., M.Pd. Ia mengajak seluruh siswa tidak berhenti pada kecintaan secara simbolis kepada Rasulullah SAW, tetapi menerjemahkannya dalam perilaku sehari-hari melalui akhlak mulia, peningkatan keimanan, dan semangat

kebersamaan.Menariknya, peringatan Maulid Nabi juga diwarnai tradisi membawa dua *thinwall* berisi buah-buahan. Tradisi sederhana tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus berbagi di antara warga madrasah.Dari nadham yang dihafalkan, sholawat yang dilantunkan, hingga akhlak yang dipraktikkan, rangkaian kegiatan MTsN 2 Sidoarjo tahun ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak berhenti pada hafalan. Lebih jauh, ilmu diharapkan tumbuh menjadi keyakinan, karakter, dan perilaku.Melalui momentum ini, MTsN 2 Sidoarjo berharap lahir generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akidah yang kuat, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.