Podcast IPARI : Ketika Yasrib Menjadi Madinah, Maulid Nabi dan Lahirnya Peradaban

Click to share!

Sidoarjo — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk menggali nilai-nilai keteladanan dan jejak peradaban yang dibawa oleh beliau. Hal tersebut menjadi pembahasan menarik dalam Podcast YouTube IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Sidoarjo https://www.youtube.com/@ipari.sidoarjo dengan tema besar Maulid Nabi Muhammad SAW.

Podcast ini dipandu oleh Istipada, Penyuluh Agama Islam KUA Prambon, sebagai host, dan menghadirkan Mochammad Fuad Nadjib, Penghulu KUA Prambon, sebagai pemateri.

Dalam kajiannya, Mochammad Fuad Nadjib mengulas hadis kedua yang diriwayatkan dari ‘Atha’ bin Yasar melalui kisah Ka’ab Al-Ahbar. Salah satu penggalan hadis yang dibahas berbunyi:

عَنْ كَعْبِ الْأَحْبَارِ قَالَ: عَلَّمَنِي أَبِي التَّوْرَاةَ إِلَّا سِفْرًا وَاحِدًا كَانَ يَخْتِمُهُ وَيُدْخِلُهُ الصُّنْدُوقَ، فَلَمَّا مَاتَ أَبِي فَتَحْتُهُ فَإِذَا فِيهِ نَبِيٌّ يَخْرُجُ آخِرَ الزَّمَانِ, مَوْلِدُهٗ بِمَكَّةَ  وَهِجْرَتُهٗ بِالْمَدِيْنَةِ وَسُلْطَانُهٗ بِالشَّامِ

Artinya, Ka’ab Al-Ahbar menceritakan bahwa ayahnya mengajarkan Taurat kepadanya, kecuali satu bagian yang selalu ditutup dan disimpan di dalam sebuah peti. Setelah sang ayah wafat, ia membuka peti tersebut dan menemukan kabar tentang seorang nabi yang akan muncul pada akhir zaman. Dilahirkan di Mekkah, hijrahnya di Madinah dan kekuasaannya di Syam

Dari kisah tersebut, pembahasan kemudian mengarah pada makna hijrah Rasulullah SAW yang melahirkan sebuah peradaban baru, dimulai dari perubahan nama kota Yasrib menjadi Madinah.

Mochammad Fuad Nadjib menyampaikan, sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah, kota Madinah dikenal dengan nama Yasrib. Yasrib disebut sebagai nama seorang keturunan Nabi Nuh AS, yaitu Yasrib bin Lauh bin Amlik bin Syam bin Nuh. Setelah Rasulullah SAW berhijrah, penyebutan Yasrib berubah menjadi Al-Madinah.

Perubahan nama tersebut bukan sekadar pergantian istilah geografis, tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Kata Madinah berasal dari akar kata yang berkaitan dengan peradaban dan kehidupan masyarakat yang tertata. Dari akar kata yang sama lahir istilah madani yang berarti berperadaban, dan mutamaddin yang bermakna masyarakat yang berbudaya dan beradab.

“Dahulu Kota Madinah itu namanya Yasrib Ketika Rasulullah SAW datang, nama Yasrib berubah menjadi Madinah yang berarti Kota berperadaban, makanya daerah atau kota yang berperadaban biasanya disebut dengan istilah madani atau utamaddin ” jelas Mochammad Fuad Nadjib dalam podcast tersebut.

Pembahasan semakin menarik ketika dikaitkan dengan perubahan nama-nama hari dalam tradisi Arab. Sebelum Islam, hari-hari memiliki nama seperti Syiyar, Awwal, Ahwan, Jubar, Dubar, Mu’nis, dan ‘Arubah. Setelah Islam datang, penyebutan hari menjadi As-Sabt, Al-Ahad, Al-Isnain, Ats-Tsulasa’, Al-Arbi’a’, Al-Khamis, dan Al-Jumu’ah.

Mochammad Fuad Nadjib menjelaskan bahwa Al-Jumu’ah memiliki keistimewaan dibandingkan nama hari lainnya. Jika nama hari lain mengikuti urutan bilangan, maka Jumat tidak. Dahulu hari itu disebut ‘Arubah, yang identik dengan ajang kebanggaan dan pamer kekayaan masyarakat Arab. Rasulullah SAW kemudian menggantinya menjadi Al-Jumu’ah, yang berarti berkumpul, karena pada hari tersebut umat Islam dikumpulkan dalam ibadah Salat Jumat.

Perubahan nama hari ini menunjukkan bahwa Islam hadir bukan hanya mengubah istilah, melainkan juga mengubah makna, budaya, dan orientasi kehidupan masyarakat menuju nilai-nilai yang lebih mulia.

Melalui podcast IPARI Kabupaten Sidoarjo ini, Istipada mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperdalam pemahaman tentang perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam. Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga meneladani misi beliau dalam membentuk masyarakat yang madani, berakhlak, dan berperadaban.

Podcast ini menjadi pengingat bahwa hijrah Rasulullah SAW ke Madinah merupakan tonggak lahirnya sebuah peradaban Islam yang hingga kini terus menjadi inspirasi bagi umat dalam membangun kehidupan yang damai, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *