Lantik 270 Pejabat, Kakanwil Kemenag Jatim : Jaga Integritas, Jangan Ada Pemberian

Click to share!

Sidoarjo (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar melantik dan mengambil sumpah 270 pejabat pada Kamis (3/9) di Aula Kanwil Kemenag Jatim. Pejabat yang dilantik terdiri atas Kepala Kanror Urusan Agama (KUA), Kepala Urusan Tata Usaha Madrasah, serta pejabat fungsional guru dan keuangan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kakanwil mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk senantiasa mensyukuri amanah yang diterima. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga harus dibuktikan melalui tindakan dan pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab.

“Syukur itu ada tiga. Ada syukr bil-qalb, bersyukur dengan hati; syukr bil-lisan, dengan ucapan; dan syukur yang diwujudkan dalam tindakan. Syukur yang terbaik adalah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” tutur Bahtiar.

Ia juga mengingatkan bahwa perpindahan atau mutasi dalam tugas merupakan bagian dari sunnatullah. Karena itu, pejabat yang mendapatkan amanah di tempat baru diminta menyikapinya secara positif dan membangun husnuzan kepada Allah SWT.

“Perpindahan itu adalah sunnatullah. Kita hidup di muka bumi ini dalam keadaan yang terus berubah dan berpindah. Maka, ketika kita dipindahkan, jangan hanya melihat dari sisi yang berat. Kita harus melihatnya secara positif,” pesannya.

Kakanwil meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Menurutnya, proses adaptasi tidak boleh berlangsung terlalu lama agar tugas dan pelayanan kepada masyarakat dapat segera berjalan secara optimal.

“Satu atau dua bulan untuk beradaptasi itu terlalu lama. Satu minggu sudah cukup. Bahkan sejak hari pertama kita harus mulai membuka diri dengan lingkungan yang baru,” ujarnya.

Selain itu, Kakanwil menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Ia secara tegas mengingatkan seluruh pejabat agar tidak memberikan atau menerima pemberian dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan jabatan, mutasi, maupun promosi.

“Tidak boleh ada pemberian dalam bentuk apa pun. Jangan ada pemberian kepada siapa pun yang berkaitan dengan jabatan dan kedinasan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pengangkatan, mutasi, maupun promosi merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang merasa memiliki jasa atau kemudian mengharapkan balasan atas proses tersebut.

“Pengangkatan, mutasi, dan promosi yang kita terima pada hari ini adalah bagian dari ketentuan dan takdir Allah SWT. Tidak boleh kemudian kita merasa bahwa ada seseorang yang berjasa sehingga kita harus membalasnya dengan pemberian,” jelasnya.

Kakanwil juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Jawa Timur untuk menjaga kebersihan diri dan institusi dari praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan. Ia mengingatkan bahwa setiap sesuatu yang diterima dan diperoleh akan dipertanggungjawabkan, baik secara kedinasan maupun di hadapan Allah SWT.

“Mari kita jaga integritas kita bersama. Kita bersihkan diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kerja kita dari hal-hal yang haram dan tidak semestinya masuk ke dalam diri kita,” pesannya.

Menutup arahannya, Kakanwil berpesan agar seluruh pejabat yang baru dilantik bekerja dengan ikhlas, jujur, amanah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di mana pun kita ditempatkan, di mana pun kita diberikan amanah, kita harus yakin bahwa di situlah tempat terbaik bagi kita untuk menjalankan tugas dan memberikan pengabdian,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *