Penuh Harapan, Kepala MTsN 2 Sidoarjo Beri Motivasi Khusus dan Kemudahan Belajar Bagi Siswa Kelas Tahfidz

Click to share!

Sidoarjo — MTsN 2 Sidoarjo menggelar acara motivasi khusus yang ditujukan bagi seluruh siswa kelas tahfidz mulai dari jenjang kelas 7, 8, hingga kelas 9. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid MTsN 2 Sidoarjo pada Senin (14/9/2026) mulai pukul 10.00 WIB.

Acara ini menghadirkan Kepala MTsN 2 Sidoarjo, Ahmad Mujahidin, sebagai pemateri utama. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi mendalam sekaligus menebarkan semangat baru bagi para penghafal Al-Qur’an. Ahmad Mujahidin menyampaikan bahwa idealnya setiap siswa memiliki target hafalan 5 juz per tahun, sehingga saat duduk di kelas 9, siswa diharapkan telah menguasai minimal 15 juz.

Meski demikian, beliau memaklumi bahwa program kelas tahfidz pada tahun-tahun sebelumnya belum terencana secara optimal. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya saat ini, pihak madrasah fokus melakukan pembenahan manajemen kelas tahfidz. Beliau memberikan penguatan khusus bagi siswa kelas 9 agar tidak berkecil hati dan terus berjuang menambah serta melancarkan hafalan, meskipun target target awal belum sepenuhnya tercapai.

“Tujuan utama masuk kelas tahfidz adalah menghafalkan dan melancarkan seluruh Al-Qur’an. Target setelah lulus dari MTsN 2 Sidoarjo adalah agar hafalan ini terus dilanjutkan hingga ke jenjang sekolah menengah,” tegas Ahmad Mujahidin di hadapan ratusan siswa.

Beliau juga berpesan, bagi siswa yang memiliki cita-cita melanjut ke sekolah favorit, kunci utamanya adalah disiplin dan fokus. Siswa diimbau untuk mengurangi waktu bergurau, menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat, serta menjaga diri dari perbuatan maksiat demi menjaga kesucian hafalan Al-Qur’an.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap fokus belajar para siswa, Kepala Madrasah mengeluarkan kebijakan strategis. Seluruh guru mata pelajaran (matpel) diinstruksikan untuk tidak membebani siswa kelas tahfidz dengan pekerjaan rumah (PR) maupun tugas yang berlebihan. Selain itu, siswa tahfidz juga disarankan untuk tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler agar energi dan waktu mereka tetap terjaga untuk muraja’ah.

Kendati mendapatkan perlakuan khusus terkait penyesuaian beban tugas dan ekstrakurikuler, Ahmad Mujahidin menegaskan bahwa siswa kelas tahfidz tetap mendapatkan hak-hak pendidikan yang sama persis dengan siswa kelas reguler. Beliau turut memaparkan berbagai keutamaan dan kemuliaan bagi para penghafal Al-Qur’an, baik di dunia maupun di akhirat, guna meletupkan kembali semangat belajar para siswa.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Acara tidak hanya diisi dengan pengarahan searah, tetapi juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta wadah “curhat” bagi para siswa untuk menyampaikan kendala dan tantangan yang mereka hadapi selama proses menghafal Al-Qur’an di madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *