Tasmi’ MTsN 2 Sidoarjo: Menguji Hafalan, Menjaga Amanah Al-Qur’an hingga Akhir Hayat

Click to share!

SIDOARJO – Program tahfiz Al-Qur’an MTs Negeri 2 Sidoarjo terus menunjukkan perkembangan. Salah satu bentuk evaluasi hafalan yang dilaksanakan adalah Tasmi’, yakni penyimakan hafalan Al-Qur’an secara langsung untuk memastikan peserta didik benar-benar menguasai hafalan yang telah diperolehnya.

Program Tasmi’ ini menjadi bagian dari program tahfiz yang baru berjalan sekitar satu setengah bulan. Rata-rata peserta telah menguasai hampir dua juz, sementara peserta yang mengikuti Tasmi’ diuji berdasarkan juz yang telah dinyatakan lulus. Pelaksanaan ini sekaligus menjadi Tasmi’ pertama pada periode program tahfiz kali ini.

Pelaksanaan Tasmi’ MTsN 2 Sidoarjo dijadwalkan pada Selasa, 15 September hingga Kamis, 17 September 2026. Berdasarkan jadwal yang disusun panitia, peserta berasal dari kelas 7B, 8B, dan 9A, dengan pengujian dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni Aula Mini, Lab IPS, Masjid, dan Perpustakaan.

Dalam jadwal Tasmi’ pertama tersebut, tercatat 43 peserta didik yang mengikuti pengujian hafalan. Peserta terbagi dalam lima kelompok pengujian, yaitu kelas 7B bersama Ustaz Izzah sebanyak sembilan peserta, kelas 7B bersama Ustaz Elok sebanyak enam peserta, kelas 8B bersama Ustaz Imron sebanyak tujuh peserta, kelas 8B bersama Ustaz Luk Luil sebanyak enam peserta, serta kelas 9A bersama Ustaz Yusuf sebanyak 15 peserta.

Pembagian tersebut juga menunjukkan keberagaman capaian hafalan peserta. Hafalan yang ditasmi’ mulai dari 1 juz hingga 28 juz. Beberapa peserta tercatat mengikuti Tasmi’ juz 25 dan 28, sementara peserta lainnya menguji hafalan pada juz 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, dan 12.

Khusus kelompok kelas 8B yang diuji Ustaz Imron di Masjid, nama Yasmin Noviyanti tercatat dengan materi Tasmi’ juz 6, 7, 8, dan 9. Sementara itu, pada kelompok kelas 8B yang diuji Ustaz Luk Luil di Perpustakaan, terdapat peserta yang menguji hafalan hingga juz 28.

Pelaksanaan selama tiga hari tersebut memperlihatkan bahwa Tasmi’ tidak hanya menjadi kegiatan pengujian, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan perkembangan hafalan mereka secara bertahap.

 Pengujian Dilakukan secara Silang

Sistem pengujian dilakukan secara silang dengan melibatkan enam orang penguji dari guru-guru pengasuh tim tahfiz MTsN 2 Sidoarjo. Penguji tidak menguji peserta didik yang menjadi anak asuhnya sendiri. Sistem tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga objektivitas proses pengujian.

Sebelum pelaksanaan, panitia melakukan koordinasi bersama para pengampu Tasmi’, tim PTQ, dan tim tahfiz madrasah. Para peserta juga mendapatkan sesi motivasi yang diberikan oleh Kepala Madrasah. Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah koordinasi tim PTQ dan tahfiz MTsN 2 Sidoarjo.

 Yasmin Noviyanti, dari Setoran Juz 9 hingga Hafal 30 Juz

Salah satu kisah menarik datang dari Yasmin Noviyanti, siswi kelas 8B yang mengikuti program Tasmi’. Ketika namanya didaftarkan untuk mengikuti Tasmi’, Yasmin masih berada pada tahap setoran hingga juz 9. Namun, saat pelaksanaan Tasmi’ berlangsung, capaian hafalannya telah berkembang hingga 30 juz.

Yasmin mengungkapkan bahwa kunci untuk menjaga hafalannya adalah melakukan murojaah secara terus-menerus di rumah. Baginya, hafalan Al-Qur’an tidak berhenti ketika seseorang telah menyelesaikan 30 juz, tetapi justru harus terus dijaga.

“Saya murojaah di rumah secara terus-menerus,” ungkap Yasmin saat menceritakan kebiasaannya menjaga hafalan.

Pengalaman mengikuti Tasmi’ juga menjadi momen tersendiri bagi Yasmin. Menjelang tampil, ia mengaku sempat merasa sedikit gugup. Namun, rasa gugup tersebut perlahan menghilang setelah mulai membaca.

“Saat saya mau tampil saya sedikit gugup, namun setelah saya membaca satu juz saya sudah merasa santai. Sesudah tampil saya merasa senang karena sudah selesai,” tuturnya.

Perjalanan Yasmin dalam menghafal Al-Qur’an juga telah dimulai sejak sebelum memasuki MTsN 2 Sidoarjo. Ia sebelumnya mengaji di Lembaga Tahfidz Al-Hasyimi 2 Tawang Sari bersama kakaknya. Setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, Yasmin melanjutkan setoran hadis sambil menunggu kakaknya menyelesaikan hafalan 30 juz.

Ketika memasuki bangku SMP, aktivitas sekolah yang membuatnya pulang lebih sore berbenturan dengan jadwal mengaji di lembaga tersebut. Yasmin kemudian memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan mengaji di lembaga dan memilih meneruskan aktivitas mengaji di sekolah sembari melakukan murojaah secara mandiri di rumah.

Kini, setelah mencapai hafalan 30 juz, Yasmin memiliki tekad untuk terus menjaga hafalannya. Rencana ke depannya adalah tetap melakukan murojaah dan menjaga hafalan Al-Qur’an hingga akhir hayat.

 Tidak Sekadar Hafal, tetapi Memahami dan Mengamalkan

Pelaksanaan Tasmi’ di MTsN 2 Sidoarjo tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar jumlah juz. Tujuan utamanya adalah memastikan kualitas hafalan peserta didik serta ketepatan bacaan atau tasyih, sehingga hafalan yang telah diperoleh benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Madrasah berharap program tahfiz mampu melahirkan generasi hafiz dan hafizah yang tidak hanya menguasai lafaz, tetapi juga memahami ma’nan dan mampu menerapkan amalan dari Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tahap awal program menitikberatkan pada penguasaan lafzon, yaitu memastikan hafalan peserta benar-benar kuat dan tepat, sebelum kemudian diarahkan pada pemahaman makna dan pengamalan.

Melalui Tasmi’, para peserta belajar bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang berapa juz yang telah dihafalkan, tetapi juga tentang bagaimana hafalan tersebut terus dijaga. Kisah Yasmin Noviyanti menjadi salah satu gambaran bahwa perjalanan menghafal Al-Qur’an membutuhkan konsistensi, murojaah, dan komitmen untuk mempertahankan hafalan sepanjang kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *