Seru dan Menegangkan! Siswa MTsN 4 Sidoarjo Belajar Tangani Api hingga Ular Bersama BPBD Kabupaten Sidoarjo

Click to share!

Sidoarjo — Suasana halaman MTs Negeri 4 Sidoarjo mendadak riuh oleh teriakan histeris sekaligus tawa gembira para siswa pada Kamis, 17 September 2026. Setelah rangkaian upacara bendera rutin usai dilaksanakan, kegiatan hari itu berlanjut dengan agenda edukasi penanggulangan bencana yang menghadirkan langsung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo wilayah Candi. Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman belajar paling berkesan bagi seluruh siswa, sebab materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung yang memacu uji nyali.

Sesi pertama diisi dengan materi penanganan kebakaran dasar. Tim dari BPBD Candi mengenalkan kepada siswa bagaimana cara memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan teknik yang benar dan aman. Tidak hanya itu, para siswa juga diajarkan trik sederhana namun efektif, yakni menutup sumber api dengan handuk basah agar api lebih cepat padam tanpa harus selalu bergantung pada alat pemadam.

Sebagai bagian dari simulasi, beberapa siswa turut mencoba memadamkan api dengan menggunakan handuk dan para siswa juga diperkenalkan dengan baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang biasa digunakan petugas pemadam kebakaran saat bertugas di lapangan. Pengalaman melihat langsung petugas mengenakan APD ini membuat siswa semakin memahami betapa beratnya tugas para petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan misi penyelamatan.

Salah satu momen paling menegangkan sekaligus mengundang gelak tawa terjadi saat sesi edukasi penanganan hewan berbahaya, khususnya ular. Tim BPBD memberikan materi tentang bagaimana sikap yang tepat apabila siswa menjumpai ular, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Para petugas menegaskan bahwa ular sebenarnya justru merasa takut ketika berhadapan dengan manusia, sehingga sikap yang paling penting adalah tidak panik dan tidak menunjukkan gerakan agresif.

Sebagai bagian dari edukasi ini, petugas pemadam kebakaran kemudian mengeluarkan seekor ular berukuran besar di hadapan para siswa. Kontan saja halaman sekolah dipenuhi teriakan histeris, sebagian siswa refleks mundur dan berpegangan pada teman di sampingnya. Namun setelah mendapat penjelasan dan meyakinkan diri bahwa ular tersebut telah dikendalikan oleh petugas berpengalaman, rasa takut siswa perlahan berubah menjadi antusiasme. Satu per satu siswa yang tadinya berteriak ketakutan justru berebut untuk berfoto bersama ular tersebut, sambil mempraktikkan trik yang baru saja diajarkan agar tetap tenang dan tidak panik.

Tim BPBD juga menekankan pentingnya pengetahuan pertolongan pertama, yakni apabila seseorang tergigit ular, sikap yang harus diambil adalah tetap tenang dan tidak panik, karena kepanikan justru dapat mempercepat penyebaran racun ke dalam tubuh melalui peningkatan detak jantung, dan disarankan langsung diperiksakan ke rumah sakit atau klinik terdekat serta tidak harus mengikat anggota yang terkena racun ular tersebut dengan kain atau sejenisnya

Tidak berhenti sampai di situ, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang menguji kekuatan fisik sekaligus konsentrasi para siswa. Perwakilan dari masing-masing kelas dipilih untuk mencoba langsung memegang selang besar milik mobil pemadam kebakaran. Para siswa diajarkan trik khusus agar mampu menahan tekanan air yang sangat besar tanpa terjatuh atau kehilangan keseimbangan, mengingat dorongan air dari selang pemadam kebakaran tidaklah ringan.

Momen ini menjadi tantangan tersendiri bagi para perwakilan siswa. Beberapa di antaranya sempat terhuyung menahan tekanan air, namun dengan arahan langsung dari petugas, mereka berhasil menguasai teknik memegang selang dengan baik. Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai dari teman-teman sekelas pun mengiringi setiap keberhasilan mereka. Bahkan bapak ibu gurupun dengan antusias ikut memparktekkan langsung cara memegang selang air dari pemadam kebaran dengan sekuat tenaga

Sebagai penutup rangkaian kegiatan edukasi, seluruh siswa diminta berkumpul di halaman sekolah dan membentuk beberapa lingkaran kecil. Pada sesi ini, petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air langsung kepada seluruh siswa yang telah berkumpul. Tujuannya adalah agar para siswa dapat merasakan langsung bagaimana suasana hiruk-pikuk dan situasi nyata yang dihadapi petugas pemadam kebakaran ketika berusaha memadamkan api besar di lapangan.

Alhasil, seluruh halaman sekolah dipenuhi tawa riang bercampur teriakan gembira para siswa yang basah kuyup diguyur air. Momen ini menjadi puncak keseruan dari keseluruhan rangkaian kegiatan edukasi hari itu, sekaligus memberikan pengalaman berkesan yang sulit dilupakan.

Menariknya, meski basah kuyup, kegiatan belajar mengajar tidak sedikit pun terganggu. Para siswa telah mempersiapkan diri dengan membawa baju ganti dari rumah, sehingga begitu sesi penyemprotan selesai, mereka dapat segera berganti pakaian dan melanjutkan pembelajaran seperti biasa hingga jam pelajaran terakhir. Bahkan, kegiatan jamaah salat Dhuhur dan Ashar pun tetap berjalan lancar seperti hari-hari biasanya berkat kesiapan para siswa membawa pakaian ganti dari rumah.

Kegiatan edukasi bersama BPBD Kabupaten Sidoarjo wilayah Candi ini diharapkan mampu membekali para siswa MTsN 4 Sidoarjo dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, baik kebakaran maupun ancaman hewan berbahaya seperti ular. Pengalaman belajar yang menggabungkan unsur edukasi, praktik langsung, dan keseruan ini pun menjadi bukti bahwa pembelajaran mitigasi bencana dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi esensi dan manfaatnya bagi para siswa. (farah_ame)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *