Sidoarjo — Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 2 Sidoarjo menggelar workshop pembuatan batik cap, Jumat (2/10/2026). Kegiatan berlangsung semarak dan diikuti antusias oleh para peserta sebagai upaya mengenal sekaligus mengembangkan keterampilan membatik.
Kegiatan tersebut turut didukung oleh sejumlah panitia yang bertugas menyukseskan pelaksanaan acara. Bagian dekorasi ditangani oleh Binti Riwayati, M.Pd., Erna Khasna Ningsih, M.Pd., dan Fia Farida. Sementara itu, Sulistiyowati, S.Pd.I. bertugas sebagai pembawa acara (MC) dan Mia Evyanti, M.Ed. sebagai dirigen.
Dalam sambutannya, Ibu Mujahidin menyampaikan sejumlah program kerja DWP yang telah maupun akan dilaksanakan, di antaranya program kerja yang direncanakan pada Februari, pembagian takjil pada bulan Ramadan, serta kegiatan menyambut 1 Muharam. Pada 19 Juni 2026, DWP juga telah menyalurkan santunan kepada Yayasan Mabarrot YPM Sukodono, Sidoarjo. Berbagai kegiatan lain seperti Zamriro, Cemengkalang, dan tadabur alam juga menjadi bagian dari program kerja DWP. Ia berharap seluruh anggota senantiasa mendapatkan bimbingan dan pendampingan dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi, termasuk dari Ibu Iffa Yulia Sakti A. Mujahidin.
Sambutan dan arahan juga disampaikan oleh Ketua DWP Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Mudayati Mufi Imron Rosyadi. Ia mendorong anggota DWP untuk turut melestarikan batik sekaligus mengembangkan hasil karya agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Menurutnya, proses membatik tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, dan kreativitas, khususnya dalam memadukan warna dan motif. Hal tersebut diharapkan dapat melahirkan karya yang menjadi kebanggaan MTsN 2 Sidoarjo.
Mudayati juga menyinggung eratnya identitas Kabupaten Sidoarjo dengan batik. Salah satu inspirasi yang dapat dikembangkan adalah ikon Jayandaru yang dapat dipadukan dengan berbagai motif. Ke depan, karya batik juga diharapkan dapat dikreasikan pada berbagai jenis bahan, seperti jeans, katun, dan sutra, sehingga menghasilkan produk yang lebih kreatif dan beragam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan batik cap yang dipandu oleh guru Seni Budaya MTsN 2 Sidoarjo, Febriari, S.Pd. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan tahapan membatik, mulai dari pembuatan motif untuk cetakan, pelapisan malam, pemberian waterglass, penjemuran, perebusan, hingga pencucian kain.
Menariknya, motif yang digunakan dalam workshop tidak sekadar bersifat dekoratif, tetapi mengangkat berbagai simbol yang menjadi bagian dari lingkungan MTsN 2 Sidoarjo. Motif tersebut antara lain logo madrasah, ikan koi yang berada di kolam depan madrasah, serta daun pohon pule yang tumbuh di sepanjang lapangan madrasah.
Workshop ini menjadi momentum memperingati Hari Batik Nasional sekaligus menumbuhkan kreativitas, keterampilan, dan kecintaan terhadap budaya batik di lingkungan MTsN 2 Sidoarjo. Melalui kegiatan tersebut, batik diharapkan tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai seni, manfaat, dan nilai ekonomi.
