Kemenag Sidoarjo Utus Delapan Penghulu Ikuti Short Course Peningkatan Kompetensi di Malang

Click to share!

Malang, 8 Oktober 2026 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo mengutus delapan penghulu untuk mengikuti kegiatan Short Course Peningkatan Kompetensi Teknis Penghulu yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis, 5–8 Oktober 2026, bertempat di Atria Hotel Malang, Jalan Letjend S. Parman No. 87–89, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor B-381/Dt.III.II.1/HM.00/9/2026, tanggal 29 September 2026, tentang Undangan Kegiatan Short Course Peningkatan Kompetensi Teknis Penghulu.

Delapan penghulu yang menjadi utusan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo tersebut adalah Ainur Roziq AR, S.Ag., M.Pd.I, Penghulu Ahli Madya/Kepala KUA dan PPAIW Kecamatan Gedangan; Nurudin, S.Ag., MM, Penghulu Ahli Madya/Kepala KUA dan PPAIW Kecamatan Sukodono; Khilmi Nasrullah, S.Ag, Penghulu Ahli Pertama/Kepala KUA dan PPAIW Kecamatan Porong; Akhmad Hariyadi, S.Ag., M.H., Penghulu Ahli Madya/Kepala KUA dan PPAIW Kecamatan Sidoarjo; Mochammad Faishol, S.HI., M.H., Penghulu Ahli Muda; Moh. Ridwan, S.Sy, Penghulu Ahli Muda; Mochammad Fuad Nadjib, S.H, Penghulu Ahli Pertama; serta Muhammad Rizal Anshori, S.H., Penghulu Ahli Pertama.

Short course tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas teknis penghulu agar semakin siap menghadapi dinamika pelayanan kepenghuluan di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik dan simulasi.

Pada hari pertama, peserta mengikuti registrasi, kontrak belajar, brainstorming, serta pembukaan yang diisi dengan sambutan dan arahan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi Akad Nikah Bilingual–Bahasa Inggris Fungsional yang disampaikan melalui paparan interaktif dan praktik akad nikah dalam bahasa Inggris. Setelah itu, peserta mengikuti materi Akad Nikah Bilingual–Bahasa Arab Fungsional, yang juga dilanjutkan dengan praktik akad nikah berbahasa Arab.

Hari ketiga diisi dengan materi Fikih Munakahat Klasik Aplikatif bagi Penghulu, Fikih Munakahat Kontemporer Aplikatif bagi Penghulu, Literasi Digital, serta Kebijakan Strategis Ditjen Bimas Islam dalam Pengembangan Kompetensi dan Karier Penghulu.

Sementara itu, pada hari terakhir, peserta mengikuti evaluasi secara offline dan online, kemudian dilanjutkan dengan penutupan dan penyelesaian administrasi kegiatan.

Salah satu peserta, Ainur Roziq AR, yang juga merupakan Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Sidoarjo, menyambut baik pelaksanaan short course tersebut.

Menurutnya, peningkatan kompetensi penghulu merupakan kebutuhan penting seiring dengan semakin kompleksnya tugas dan tantangan pelayanan kepenghuluan. Penghulu tidak hanya dituntut memahami aspek fikih dan regulasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, literasi digital, serta kesiapan menghadapi perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan penghulu saat ini, terutama dalam meningkatkan kemampuan teknis, wawasan keilmuan, komunikasi, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ainur Roziq.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat disebarluaskan kepada penghulu lainnya di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami berharap para penghulu yang mengikuti kegiatan ini nantinya dapat mendiseminasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada penghulu lainnya. Dengan demikian, manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dapat meningkatkan kompetensi penghulu secara lebih luas,” tambahnya.

Menurut Ainur, semangat berbagi pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pelayanan KUA. Terlebih, penghulu merupakan salah satu ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang perkawinan dan pembinaan keluarga.

Kegiatan short course ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun penghulu yang semakin profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan kepenghuluan yang berkualitas kepada masyarakat.

Dengan peningkatan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan, penghulu diharapkan tidak hanya semakin kuat dalam penguasaan aspek teknis dan keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman serta menghadirkan pelayanan KUA yang semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *