SIDOARJO – Ketika banyak orang memilih beristirahat di siang hari, warga MTsN 4 Sidoarjo justru berkumpul di Masjid Al-Hikmah. Pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, seluruh guru dan karyawan mengikuti kegiatan Jumat Berkah yang diisi doa bersama dan tausiyah. Suasana masjid terasa teduh, khusyuk, dan penuh kebersamaan.
Harapan Kepala Madrasah: Madrasah yang Barokah
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Ibu Islakhah Wahyuni, M.Pd.I, menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadikan madrasah semakin barokah. Menurut beliau, keberkahan adalah kunci dari setiap kemajuan. Madrasah yang barokah akan melahirkan ilmu yang bermanfaat, pendidik yang ikhlas, dan peserta didik yang berakhlak mulia.
“Dengan doa bersama, semoga apa yang menjadi cita-cita madrasah kita dimudahkan dan diwujudkan oleh Allah SWT. Ikhtiar kita lakukan, doa kita panjatkan, dan hasilnya kita serahkan kepada Allah,” tutur beliau.
Beliau juga mengajak bapak dan ibu guru serta karyawan memanfaatkan tausiyah sebagai kesempatan thalabul ilmi, terutama di bidang spiritual. Menurut beliau, ilmu agama adalah bekal terbaik untuk masa depan, terlebih untuk perjalanan menuju akhirat. “Kita tidak hanya mendidik anak-anak untuk sukses di dunia. Kita juga perlu terus memperkuat bekal diri agar selamat di hari akhir kelak,” pesannya.
Istighotsah Dipimpin Bapak Abdur Rohim
Acara inti dimulai dengan doa bersama yang dipimpin Bapak Abdur Rohim. Dengan suara yang jelas dan fasih, beliau memimpin bacaan istighotsah. Seluruh jamaah mengikuti dengan khusyuk dan tenang. Lantunan dzikir dan doa yang mengalun bersama di dalam masjid menghadirkan ketenangan hati dan menguatkan harapan agar segala hajat dan cita-cita madrasah dikabulkan Allah SWT.


Tausiyah Bapak Samsul Huda, S.Pd.I: Tiga Kunci Kebahagiaan
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Bapak Samsul Huda, S.Pd.I, salah satu guru agama MTsN 4 Sidoarjo. Dalam tausiyahnya, beliau berpesan bahwa ada tiga hal yang menjadikan seseorang bahagia.
Pertama, penghasilan yang halal, terutama dalam hal makanan. Beliau menegaskan bahwa makanan halal bukan sekadar urusan perut, tetapi menjadi penunjang kebahagiaan dan keberkahan hidup. Makanan yang halal menjadikan hati lembut dan mudah menerima kebenaran. Sebaliknya, makanan yang haram dapat membuat hati keras dan jauh dari cahaya hidayah.
Kedua, senang berkumpul dengan orang alim yang benar-benar mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Bergaul dengan orang saleh, kata beliau, ibarat berdekatan dengan penjual minyak wangi. Meski tidak membeli, kita ikut kecipratan harumnya. Dari ulama yang mengamalkan ilmunya, kita mendapat teladan, nasihat, dan semangat untuk memperbaiki diri.
Ketiga, orang yang menjaga sholat lima waktu dengan berjamaah. Sholat berjamaah bukan hanya ibadah yang berpahala besar, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kedisiplinan, dan ketenangan jiwa. Orang yang terbiasa berjamaah akan selalu terhubung dengan Allah SWT dan dengan sesama muslim. Dari sanalah kebahagiaan yang sebenarnya tumbuh.
Pesan-pesan tersebut bersumber dari Wasiyyatul Musthofa, yaitu wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang memuat nasihat tentang agama dan akhlak seorang muslim
Penuh Tawa, Tetap Semangat di Siang Hari
Meskipun kegiatan berlangsung pada siang hari, waktu yang biasanya digunakan untuk beristirahat, bapak dan ibu guru serta karyawan tetap antusias mengikuti hingga akhir. Penyebabnya adalah gaya penyampaian Bapak Samsul Huda yang santai, penuh tawa, dan sesekali membuat para jamaah “geer”. Pesan-pesan agama yang berat pun terasa ringan dan mudah dicerna. Gelak tawa dan senyum jamaah mengiringi hampir sepanjang tausiyah, tetapi pesan utamanya tetap sampai ke hati.
Tausiyah ini menjadi pengingat bahwa belajar agama tidak harus tegang. Dengan penyampaian yang tepat, ilmu bisa masuk bersama kebahagiaan.
Melalui Jumat Berkah, MTsN 4 Sidoarjo berharap kebersamaan, kekhusyukan, dan semangat menuntut ilmu terus terjaga di kalangan guru dan karyawan. Kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi baik yang dilaksanakan secara istiqomah, sehingga madrasah semakin barokah dan seluruh cita-citanya dimudahkan oleh Allah SWT. (farah_ame)