Sidoarjo – Suasana berbeda tampak di halaman MTsN 3 Sidoarjo pagi ini. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, seluruh warga madrasah menggelar upacara bendera dengan mengenakan busana adat nasional. Bukan sekadar seremoni rutin, upacara ini menjadi ajang refleksi bagi para siswa untuk memaknai kembali perjuangan para pahlawan di era modern.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari para siswa, bapak dan ibu guru, hingga seluruh staf Tata Usaha (TU). Penggunaan busana adat nasional tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga menjadi simbol nyata keberagaman dan persatuan Indonesia yang dikemas dalam balutan kain tradisional dari berbagai daerah.
Momentum peringatan Sumpah Pemuda ini semakin bermakna saat Dewi Maslukhah, S.Pd., selaku pembina upacara, menyampaikan amanatnya. Ia menyoroti pergeseran bentuk perjuangan dari masa ke masa yang harus disadari oleh para peserta didik. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus tetap menyala meski medan perjuangannya telah berubah.
“Pemuda dahulu mengaplikasikan perjuangan dengan mengangkat bambu runcing melawan penjajah. Kini, perjuangan kalian diwujudkan dengan belajar tekun dan bersungguh-sungguh. Jadilah generasi sukses yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di era globalisasi,” tegasnya di hadapan seluruh peserta upacara.
Pesan tersebut menjadi cambuk semangat bagi para siswa untuk terus menuntut ilmu sebagai bekal utama menghadapi tantangan zaman. Menutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta upacara menyanyikan lagu nasional “Satu Nusa Satu Bangsa” dengan penuh semangat dan khidmat, menggema di seluruh penjuru halaman madrasah.
Suasana kebersamaan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh warga madrasah. Momen ini mengabadikan persatuan yang dibalut dalam keberagaman busana adat Nusantara, sekaligus menegaskan komitmen MTsN 3 Sidoarjo untuk terus mencetak generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap bersaing di kancah global.