MTs Negeri 2 Sidoarjo – Sebanyak 951 siswa MTsN 2 Sidoarjo mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba yang diselenggarakan pada Jumat, 15 Agustus 2025 di lapangan utama madrasah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari upaya pencegahan dan edukasi sejak dini kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dalam wawancara ekstra jurnalis, penyuluhan dibawakan langsung oleh pemateri Amalia Purnasari, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Sidoarjo, yang telah bertugas selama 11 tahun memberikan edukasi dan informasi terkait bahaya narkoba. Dalam wawancara bersama tim jurnalis, Amalia mengungkapkan bahwa latar belakang pendidikannya adalah S1 Komunikasi, yang membekalinya keterampilan public speaking untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Minatnya terhadap isu narkoba mendorongnya mengikuti seleksi nasional untuk bergabung di BNN, dan ia diterima.
Menurut Amalia, manfaat utama yang diperoleh siswa MTsN 2 Sidoarjo dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan mengenai narkoba. “Kalau orang tidak tahu, bisa saja sembarangan. Berbeda dengan yang sudah mendapatkan ilmu, mereka tahu bahayanya dan diharapkan menjauhi narkoba serta tidak terlibat penyalahgunaan maupun peredarannya,” jelasnya.

Terkait kondisi wilayah, Amalia memaparkan bahwa di Kecamatan Krian, laporan dari BNN maupun Polres menunjukkan masihnya penggunaan pil koplo di kalangan pelajar karena harganya murah dan terjangkau. Sementara di wilayah Sidoarjo secara umum, kasus masih didominasi sabu dan ganja. “Untuk pelajar, banyak yang menggunakan pil, lem, dan obat-obatan keras di luar resep dokter,” tambahnya.
Faktor utama yang membuat wilayah Krian dan Sidoarjo perlu perhatian khusus adalah pentingnya langkah preventif di lingkungan sekolah maupun madrasah. “Di lingkungan masyarakat, perangkat desa juga harus aktif memberikan edukasi kepada warganya,” ujarnya.
Sebagai pesan kepada siswa, Amalia menekankan pentingnya menyayangi diri sendiri. “Menyayangi diri berarti tidak membahayakan tubuh dan jiwa dengan zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Kalau berani pakai narkoba, berarti siap menerima akibatnya—mulai dari kerusakan fisik, turunnya semangat belajar, hingga tidak bisa beraktivitas normal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan siswa untuk memilih pertemanan yang baik, menjauhi lingkungan yang berpotensi buruk, serta membekali diri dengan pengetahuan seputar jenis narkoba dan bahayanya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan siswa MTsN 2 Sidoarjo untuk menjauhi narkoba dan menjadi agen pencegahan di lingkungannya masing-masing.