Evaluasi Pokja Zona Integritas dan Penyusunan Program Prioritas ZI Tahun 2025 di Kemenag Sidoarjo

Click to share!

17 Januari 2025, Sidoarjo – Tim Zona Integritas (ZI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat koordinasi untuk evaluasi setiap Pokja Zona Integritas sekaligus penyusunan program prioritas ZI Tahun 2025. Rapat yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Januari 2025, di Aula Al Ikhlas II ini dipimpin oleh Kasubag TU, Rohmat Nasrudin, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana ZI.

Hadir dalam rapat tersebut seluruh anggota tim dari berbagai Pokja, antara lain Pokja 1 Manajemen Perubahan, Pokja 2 Penguatan Tata Laksana, Pokja 3 Penataan Sistem SDM Aparatur, Pokja 4 Penguatan Akuntabilitas, Pokja 5 Penguatan Pengawasan, serta Pokja 6 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja masing-masing Pokja serta menyusun langkah-langkah strategis menuju pencapaian Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada tahun 2025.

Dalam sambutannya, Rohmat Nasrudin memberikan apresiasi kepada seluruh Tim ZI Kemenag Sidoarjo yang telah berperan aktif dalam penilaian mandiri melalui pengunggahan eviden pada akhir tahun 2024. “Kami berhasil melakukan submit PMPZI secara serentak se-Jawa Timur pada 30 Desember 2024 dengan memperoleh indeks PMPZI sebesar 92,36. Angka ini tentu menjadi pencapaian yang patut kita syukuri, meski masih ada catatan evaluasi dari tim PMPZI pusat yang akan menjadi bahan perbaikan untuk tahun 2025,” ujar Rohmat Nasrudin

Tahun 2025 ini, tim Zona Integritas diharapkan dapat melakukan evaluasi secara lebih mendalam dan menyusun program-program yang lebih konkret untuk mencapai tujuan WBK dan WBBM. Dalam kesempatan ini, Ketua Tim Pokja 1 Manajemen Perubahan, Imam Mukhozali, menekankan pentingnya adanya aksi nyata dalam perubahan. “Tahun 2024 kita belum berhasil membentuk aksi perubahan yang signifikan. Di tahun 2025, harus ada tindakan konkret, terutama terkait dengan pegawai yang berada di garis depan dalam pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya mencontoh, tetapi harus ada aksi yang nyata,” tegas Imam Mukozali

Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah yang lebih terukur dan terencana dalam setiap pokja, guna mewujudkan perubahan menuju birokrasi yang lebih bersih dan melayani. Upaya tersebut diharapkan akan semakin memperkuat komitmen Kemenag Sidoarjo dalam mencapai status Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani pada tahun 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *