Sidoarjo (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo menggelar Final PAI Award Sidoarjo 2025, sebagai rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Desember 2025 di Aula Al Ikhlas 1 ini menjadi ajang seleksi penyuluh agama Islam teladan dari berbagai kategori untuk memperkuat kualitas layanan penyuluhan kepada masyarakat.
Hadir Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Jatim Moh. Arwani, Kepala Kankemenag Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi, Kasubag TU, Kepala Seksi Bimas Islam, Ketua IPARI Sidoarjo, Pengurus APRI dan dewan juri. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Moh. Arwani, M.Ag, menyampaikan rasa bangga atas capaian Jawa Timur yang pada tahun 2025 kembali meraih penghargaan dari Kemenag RI dan Pokja Majelis Taklim Pusat.

Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memegang peran besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi dan literasi keagamaan.
“Peran penyuluh agama sangat diharapkan oleh masyarakat. Mereka adalah garda terdepan yang memberikan edukasi, literasi, serta siraman rohani kepada binaannya. Penyuluh harus mampu menjadi uswatun hasanah, memiliki kompetensi pribadi yang baik, serta menjaga citra dan martabat Kementerian Agama,” ujar Arwani.
Arwani juga menekankan tiga kompetensi utama yang harus dimiliki penyuluh agama:
- Kompetensi sosial – mampu berkolaborasi lintas seksi dan bidang.
- Kompetensi profesional – melaksanakan tugas sesuai regulasi dan tanggung jawab.
- Kompetensi spiritual – memiliki konsistensi dalam kegiatan keagamaan.
Ia berharap penyuluh agama tidak hanya aktif di forum formal, tetapi juga produktif dan mandiri dalam pengabdian di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas penyuluh agama merupakan tugas yang mulia dan strategis. “Penyuluh adalah garda terdepan dan harus mampu menjadi teladan. Pada Final PAI Award ini, dari sembilan kategori yang dilombakan hanya diambil tiga finalis terbaik sebagai penyuluh teladan,” ungkapnya.

Ia berharap melalui ajang ini para penyuluh semakin termotivasi untuk mengoptimalkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan ini senantiasa mendapat rida Allah SWT,” imbuhnya.
Final PAI Award Sidoarjo 2025 menjadi ruang apresiasi bagi penyuluh yang telah berinovasi, berkontribusi sosial, serta memberikan layanan terbaik di bidang keagamaan. Melalui kompetisi ini, Kemenag Sidoarjo berkomitmen memperkuat kualitas penyuluhan dan meningkatkan peran penyuluh sebagai penggerak literasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.
