Sidoarjo — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kemenag Kabupaten Sidoarjo menegaskan kesiapan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas, toleransi, serta kondusivitas kehidupan bermasyarakat. Upaya ini dilakukan agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, perwakilan Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan LDII.

Dalam arahannya, Bupati Subandi menekankan pentingnya menjaga persatuan dan saling menghormati di tengah perbedaan yang ada di masyarakat, khususnya dalam praktik ibadah selama Ramadhan.
“Saling menghormati dan berkoordinasi di wilayah masing-masing jauh lebih penting daripada memperdebatkan hal yang bisa menimbulkan perpecahan, seperti perbedaan jumlah rakaat tarawih,” ujar Subandi.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat selama bulan puasa dapat diatur secara bijak, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum maupun kenyamanan umat yang menjalankan ibadah. Selain itu, Subandi menyoroti perlunya kesepahaman bersama terkait kegiatan keagamaan pada malam hari.
“Ini perlu ada kesepakatan bersama, supaya waktu kegiatan pengajian tak sampai mengganggu waktu istirahat warga,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kemenag Sidoarjo menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah daerah dalam menciptakan suasana Ramadhan yang harmonis. Kemenag menilai, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan merupakan kunci utama dalam menjaga toleransi serta memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Sidoarjo.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan ibadah Ramadhan di Sidoarjo dapat berlangsung tertib, damai, serta mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama dan kebersamaan.