Sidoarjo, 14 Juli 2025 – Apel Senin pagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo pada 14 Juli 2025 berlangsung di halaman kantor Jalan Monginsidi Nomor 3. Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kantor induk dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidoarjo, dengan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma), Ahmad Fathoni, bertindak sebagai pembina apel.
Dalam sambutannya, Ahmad Fathoni menyampaikan dua hal penting yang menjadi perhatian jajaran pendidikan madrasah di Kabupaten Sidoarjo, yakni hasil membanggakan dari ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Jatim serta pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 2025/2026.

Terkait capaian kontingen Sidoarjo pada ajang Porseni tingkat MI, Fathoni mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Kabupaten Sidoarjo yang berhasil meraih Juara Umum II setelah tuan rumah, Kabupaten Jember, dengan perolehan 5 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
“Ini menjadi prestasi yang luar biasa. Bahkan dalam rapat evaluasi, muncul aspirasi agar Sidoarjo bisa menjadi tuan rumah Porseni Jatim dua tahun mendatang,” ungkapnya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keinginan tersebut harus dikomunikasikan dengan Pemerintah daerah mengingat penyelenggaraan event sebesar itu membutuhkan dukungan dana yang sangat besar.
“Kita harus realistis. Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya melalui anggaran APBD, keinginan itu sulit terwujud. Kami akan segera menjalin komunikasi lebih intens dengan Bapak Bupati, semoga beliau merespon positif,” lanjutnya.
Selain itu, Ahmad Fathoni juga menyoroti pelaksanaan MATSAMA yang mulai digelar serentak di seluruh madrasah pada hari ini. Ia menekankan pentingnya menjadikan MATSAMA sebagai momen menyenangkan bagi siswa baru, terutama bagi siswa yang sedang berada dalam masa transisi dari jenjang RA ke MI.
“MATSAMA adalah momentum terbaik untuk menciptakan kesan pertama yang positif. Jangan sampai kegiatan ini berubah menjadi ajang perpeloncoan atau justru menciptakan jarak antara siswa lama dan siswa baru,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa para guru dan pengawas harus benar-benar memperhatikan aspek psikologis siswa baru, khususnya di tingkat MI. Menurutnya, perubahan suasana belajar dari RA yang penuh keceriaan menuju MI harus dihadapi dengan pendekatan yang ramah anak.
“Anak-anak RA terbiasa dengan suasana bermain dan bernyanyi. Jangan sampai saat masuk MI, mereka justru merasa stres karena suasana yang terlalu kaku dan menegangkan. Masa transisi ini harus dikelola dengan baik agar anak tetap semangat dan bahagia datang ke madrasah,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ahmad Fathoni berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan madrasah, termasuk para pengawas, turut memberikan pendampingan aktif selama pelaksanaan MATSAMA. Tujuannya adalah untuk memastikan proses adaptasi siswa berjalan lancar serta membentuk karakter siswa yang toleran, empatik, dan saling menghargai sejak dini.
