MTs Negeri 1 Sidoarjo – Suasana Jum’at pagi (25/7/25) di halaman utama MTsN 1 Sidoarjo terasa penuh kebersamaan berbeda dari biasanya. Siswa kelas 7, 8, dan 9 tampak antusias mengikuti agenda Makan Pagi Bersama yang diinisiasi oleh Waka Kesiswaan Ida Puspitorini. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini serta mempererat hubungan antar siswa.
Dengan alas duduk berjejer rapi, dan menu makanan yang dibawa beragam, mulai dari makanan sehat lengkap dengan lauk pauk hingga aneka sayuran yang menggugah selera. Kegiatan berlangsung santai namun penuh keceriaan. Para siswa duduk berkelompok sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah masing-masing. Beberapa guru dan Wali Kelas turut mendampingi dan memberikan apresiasi kepada siswa yang membawa menu sehat dan bergizi.

“Senang sekali bisa makan bareng teman-teman. Jadi lebih semangat belajarnya,” ujar salah satu siswa kelas 7 yang duduk santai bersama kelompoknya.”
Setelah kegiatan makan pagi usai, acara dilanjutkan dengan “Sosialisasi Anti-Perundungan” yang merupakan kerja sama dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur. Sosialisasi ini disampaikan oleh Brigadir Bhrendyx Leonaldo, Banit 3 Subdit III, yang hadir sebagai perwakilan dari Kapolda Jawa Timur.

Dengan mengangkat tema “Perundungan”, Brigadir Bhrendyx mengajak para siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu menggunakan bahasa yang sopan dan positif dalam komunikasi digital.
“Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat. Jangan mudah terprovokasi atau ikut menyebarkan berita hoaks. Jaga etika, baik di dunia nyata maupun maya,” pesan Brigadir Bhrendyx kepada para siswa.”

Ia juga berharap agar siswa MTsN 1 Sidoarjo dapat menjadi generasi yang cerdas secara digital, berani berkata tidak pada perundungan, serta mampu menjadi contoh bagi teman-teman sebaya dalam membangun lingkungan yang sehat dan saling menghargai.
Kegiatan hari ini ditutup dengan penuh kesan. Sinergi antara pembentukan kebiasaan sehat melalui sarapan pagi dan penanaman karakter melalui edukasi anti-perundungan menjadi langkah nyata madrasah dalam membentuk siswa yang sehat jasmani dan kuat akhlaknya. (vie’)