MAN Sidoarjo – Jumat, 16 Mei 2025 di Ruang Meeting 1 Gedung H. Maksum MAN Sidoarjo dilaksanakan Penutupan Kegiatan Asistensi Mengajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan yang dimulai pada 10 Februari lalu ini ditutup hari ini 16 Mei dengan suasana khidmat dan santai. Acara diikuti oleh semua mahasiswa peserta Asistensi Mengajar, Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala dan Pimpinan MAN Sidoarjo, dan Guru-guru Pamong.
Perlu diketahui, menguti dari Pedoman yang dikeluarkan oleh Laboratorium FTK UIN Sunan Ampel Surabaya, Program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan merupakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran MBKM untuk mengakomodasi pemenuhan hak belajar mahasiswa sebagai proses pembelajaran dalam memenuhi beban belajar di lembaga non perguruan tinggi. Selain itu, asistensi mengajaran di satuan pendidikan merupakan usaha untuk menampilkan citra FTK secara utuh di hadapan masyarakat pengguna, yaitu performa sosok calon sarjana FTK yang berorientasi pada profesionalitas guru PAI, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Matematika, guru MI/ SD, guru RA/TK, dan guru IPA dengan sejumlah kapasitas yang tidak saja mampu dalam bidang isi materi, namun juga dalam bidang pengajaran dan pembelajaran. Adapun jumlah mahasiswa yang melaksanakan Asistensi Mengajar di MAN Sidoarjo adalah 12 mahasiswa, dengan rincian: 6 mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab yang dibimbing oleh 2 Guru Bahasa Arab, 4 mahasiswa Pendidikan Matematika yang dibimbing oleh 1 Guru Matematika, dan 2 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dibimbing oleh 1 Guru Bahasa Inggris.
Dosen Pembimbing Lapangan, Drs. Saefullah Azhari, Lc. M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada MAN Sidoarjo atas kesempatan dan ilmu yang diberikan, terkhusus kepada Guru Pamong pendamping di kelas. “Semoga ilmu dan informasi yang didapatkan dan selama mengabdikan diri selama 4 bulan di MAN Sidoarjo dapat bermanfaat dan berkah di kehidupan mendatang pada masyarakat luas serta jangan lupa mengaitkan pendidikan dengan teknologi.” Pesan Pak Saefulloh. Beliau menginformasikan bahwa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menyelenggarakan MBKM tentunya bukan hanya membekali pengalaman agar menjadi guru atau pengajar saja, melainkan bisa diplomat atau terjun di dunia pariwisata.
Drs. Abd. Jalil, M.Pd.I., Kepala MAN Sidoarjo memberikan pesan kepada semua mahasiswa yang hadir, “Calon guru harus punya disiplin keilmuan yang luas, disiplin kehadiran di satuan kerja, dan jangan mudah terganggu lingkungan yang tidak baik,”. Pak Jalil memuji penyelenggara MBKM oleh Laboratorium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya yang dilakukan dan diselenggarakan dengan konsep dan administrasi yang sangat tertata dan tertib. Semua stakeholder satuan pendidikan dilibatkan sejak awal dengan pemberian seminar dan undangan yang terstruktur, sehingga ketika hari H pelaksanaan berjalan dengan lancar. “Semoga setelah pulang dari MAN Sidoarjo mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat, nilai yang baik dan lulus, dan semua administrasi pelaporan selesai dengan baik. Dan saya doakan 1 tahun mendatang saya mendengar kabar bahwa kalian semua sudah wisuda.” Tutup Pak Jalil pada sambutannya.
Acara ditutup dengan pemberian plakat cinderamata MBKM dari mahasiswa kepada MAN Sidoarjo, foto bersama dan pembacaan doa oleh Wakil Kepala Bidang Humas, A. Rofiqil Huda, M.Pd.
HUMAS MAN Sidoarjo