Sidoarjo (Humas) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan para penyuluh agama dalam melaksanakan tugasnya, Ikatan Penyuluh AGama Republik Indonesia (IPARI) Kemenag Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis Pengukuran Arah Kiblat dan Penghitungan Waris di Aula Al Ikhlas I Kemenag Sidoarjo.
Acara tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Seksi Bimas Islam Abdul Rahman, hadir pula Ketua Ikatan Penyuluh Agama RI (IPARI) Kabupaten Sidoarjo Nanang Kholidin memberikan sambutan pembuka.
Dalam sambutannya, Nanang Kholidin menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman para penyuluh agama. Beliau menyoroti bahwa meskipun Balai Diklat Keagamaan telah menyelenggarakan pelatihan sejenis, namun pesertanya masih terbatas. Oleh karena itu, Bimtek ini diinisiasi untuk memastikan bahwa lebih banyak penyuluh agama di Kabupaten Sidoarjo memperoleh pengetahuan tentang pengukuran arah kiblat dan penghitungan waris.

Salah satu hal yang disoroti dalam Bimtek ini adalah praktik langsung dalam pengukuran arah kiblat serta penggunaan aplikasi Hitung Waris Faraid. Hal ini dianggap penting untuk memperkuat keterampilan para penyuluh agama dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam hal-hal tersebut.
Abdul Rahman, dalam sambutannya, menegaskan semangat ASN Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada umat. Ia berharap Bimtek ini dapat memberikan tambahan wawasan, terutama dalam mengikuti perkembangan zaman yang semakin berbasis IT.
Khoirul Anam, Ketua PC Lajnah Falakiyah NU Sidoarjo, juga memberikan pandangannya terkait pentingnya ilmu falak. Ia menekankan bahwa pengetahuan dalam ilmu falak sangat penting dalam menentukan waktu shalat, awal bulan hijriyah, dan tentu saja, arah kiblat namun masih sedikit orang yang mau mempelajari ilmu falak.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para penyuluh agama dapat lebih siap dan mumpuni dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat terkait pengukuran arah kiblat dan penghitungan waris, serta menjadi garda terdepan dalam memperkuat pemahaman keagamaan di masyarakat.
