
SIDOARJO – Halaman belakang Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (02/05/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya. Nuansa warna-warni busana adat tradisional menghiasi suasana upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Kantor Kemenag Sidoarjo, Dr. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., memimpin jalannya prosesi yang
diikuti dengan khidmat oleh seluruh jajaran pejabat struktural dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Sidoarjo.
Refleksi dan Spirit “Memuliakan”

Dalam amanatnya, Dr. Mufi Imron Rosyadi membacakan naskah pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menekankan bahwa momentum Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ajang refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional.
”Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih, dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Dr. Mufi saat membacakan pidato tersebut.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa inti dari proses pendidikan adalah memuliakan. Pendidikan harus mampu menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
Pesan kuat juga disampaikan mengenai warisan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, tentang Sistem Among. Konsep ini menitikberatkan pada tiga pilar utama:
Asah (Ilmu/Intelektualitas)
Asih (Kasih Sayang/Emosional)
Asuh (Pendampingan dan Pembinaan)
Kelancaran upacara hari ini tidak lepas dari peran para petugas yang sigap menjalankan tugasnya, di antaranya:
Komandan Upacara: Taufiq Eko Nugroho
Pembawa Acara (MC): Anna
Pembaca UUD 1945: Elly
Pembaca Doa: Nanang
Ajudan Pembina: Aunillah
Penggunaan busana adat tradisional oleh seluruh peserta upacara menambah kekhasan peringatan tahun ini, sekaligus menjadi simbol keberagaman
Adat budaya yang tetap satu dalam bingkai pendidikan nasional. Melalui peringatan ini, Kemenag Sidoarjo berkomitmen untuk terus mengawal proses pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara budi pekerti.

