Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 yang bertepatan pada Rabu, 22 April 2026, MIN 1 Sidoarjo menggelar kegiatan panen hasil kebun madrasah yang sarat makna edukatif dan kepedulian lingkungan. Momen ini semakin berkesan dengan kehadiran tamu kehormatan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Fathoni, S.Ag., M.H.

Dengan penuh antusias, Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., memanen langsung sayuran sawi yang tampak segar, hijau, dan berukuran besar dengan didampingi oleh Ahmad Fatoni. Hasil panen tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program hidroponik yang dikembangkan di lingkungan madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fathoni yang akrab disapa Fathoni mengungkapkan rasa bangganya terhadap kemajuan dan inovasi yang dilakukan MIN 1 Sidoarjo. Menurutnya, pemanfaatan lahan terbatas menjadi media pembelajaran bercocok tanam sekaligus penguatan jiwa kewirausahaan siswa merupakan langkah yang sangat inspiratif. Hal ini juga selaras dengan prinsip Kementerian Agama dalam Asta Protas, khususnya pada penguatan ekoteologi yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan.
Sri Utami menjelaskan bahwa keunikan dari kebun hidroponik ini tidak hanya terletak pada hasil panennya, tetapi juga pada sistem perawatannya yang ramah lingkungan. Penyiraman tanaman dilakukan dengan memanfaatkan limbah air bekas AC, sebagai bentuk nyata upaya konservasi air yang diterapkan di madrasah.

Tidak hanya memanen sawi, Ahmad Fathoni juga diajak untuk memetik cabai rawit yang telah matang. Menariknya, tanaman cabai tersebut tidak ditanam di lahan terbuka, melainkan menggunakan galon bekas sebagai pot dan media tanam. Inovasi ini menunjukkan bahwa kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan secara optimal meskipun di lahan yang sempit.
Lebih lanjut, Sri Utami juga memperkenalkan hasil olahan tanaman yang memiliki nilai jual, salah satunya adalah bunga telang. Tanaman ini dikenal kaya manfaat dan telah dikembangkan menjadi produk yang siap dipasarkan oleh siswa, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kewirausahaan.

Kegiatan pemanenan ini tidak hanya menjadi momen panen semata, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa peringatan Hari Bumi tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga diimplementasikan melalui aksi konkret yang mendidik dan inspiratif. Sebuah cerminan komitmen MIN 1 Sidoarjo dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, inovasi, dan kewirausahaan. Dengan langkah-langkah kreatif tersebut, madrasah terus berupaya mencetak generasi yang peduli lingkungan, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (lw)