SIDOARJO (MTsN 3) – Nuansa penuh semangat nasionalisme menyelimuti halaman utama MTsN 3 Sidoarjo pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Meskipun berlangsung dalam durasi yang efisien, yakni mulai pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, upacara tetap berjalan dengan sangat khidmat dan penuh makna.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara kali ini. Amanah sebagai petugas upacara diserahkan sepenuhnya kepada anggota Dewan Kerja Galang (DKG) MTsN 3 Sidoarjo. Ketangkasan dan kedisiplinan para anggota Pramuka tersebut dalam menjalankan tugas mendapat apresiasi tinggi, mengingat peran mereka sebagai representasi kepemimpinan siswa yang tangguh di lingkungan madrasah.

Peserta upacara terdiri dari seluruh siswa-siswi kelas 7, didampingi oleh jajaran dewan guru serta staf karyawan. Kehadiran mereka di lapangan sejak pagi buta menjadi simbol dedikasi terhadap dunia pendidikan. Di bawah sinar matahari pagi, barisan peserta tampak rapi mengikuti setiap tahapan protokol upacara dengan tertib.Kepala MTsN 3 Sidoarjo, Drs. Jumakir, bertindak langsung sebagai pembina upacara.

Dalam balutan seragam formal, beliau memberikan arahan yang memotivasi para peserta didik untuk terus relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya bangsa. Kehadiran figur pimpinan di tengah lapangan memberikan energi positif bagi seluruh peserta yang hadir.
Momen puncak upacara adalah penyampaian amanat pembina yang menekankan pada transformasi pendidikan di era digital. Beliau berpesan agar momentum Hardiknas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik balik peningkatan kualitas diri. “Hari Pendidikan Nasional tahun ini harus kita jadikan pijakan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga unggul dalam karakter dan akhlak. Saya berharap para siswa terus berinovasi dan tidak takut menghadapi tantangan global demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang,” tegas Drs. Jumakir dalam pidatonya.
Upacara pun ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi keluarga besar MTsN 3 Sidoarjo. Melalui peringatan ini, madrasah kembali meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi literat yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.