Stop Bullying, Start Caring: MIN 1 Sidoarjo dan Dinas P3AKB Sidoarjo Suarakan Madrasah Ramah Anak

Click to share!

Sidoarjo – Dunia pendidikan kita kembali berduka seiring maraknya pemberitaan mengenai aksi perundungan (bullying) di sekolah yang kian mengkhawatirkan. Mirisnya, fenomena ini tidak lagi sebatas intimidasi verbal, melainkan telah berujung pada kekerasan fisik yang tragis hingga merenggut nyawa siswa. Menanggapi situasi darurat ini, MIN 1 Sidoarjo mengambil langkah preventif yang tegas demi menjamin keamanan dan kenyamanan siswa di lingkungan madrasah.

Tepat pada hari Kamis, 29 Januari 2026, MIN 1 Sidoarjo resmi menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo untuk menggelar sosialisasi intensif guna memutus mata rantai perundungan dan memastikan peristiwa memilukan tersebut tidak terjadi di lingkungan mereka. Kegiatan ini menjadi semakin menarik siswa dengan menghadirkan narasumber ahli, Ifadatus Sarofil Analisah, S.Kom., M.Pd.

Dalam paparannya yang interaktif, Ifadatus menekankan bahwa tindakan bullying sering kali dimulai dari hal-hal yang dianggap sepele oleh siswa. Salah satu contoh nyata yang sering terjadi di lingkungan madrasah adalah kebiasaan memanggil teman dengan nama orang tua.

“Mungkin kalian pikir itu lucu atau hanya bercanda, tapi memanggil teman dengan nama orang tua adalah bentuk ejekan yang masuk dalam kategori bullying. Hal kecil seperti inilah yang menjadi akar munculnya kekerasan lainnya,” tegas Ifadatus di hadapan para siswa yang menyimak dengan serius.

Suasana di aula mini MIN 1 Sidoarjo yang serius berubah menjadi penuh semangat saat tim paduan suara MIN 1 Sidoarjo menampilkan sajian apik dan formasi yang kompak, mereka membawakan lagu bertema “Agen Perubahan” yang liriknya sarat akan pesan persahabatan dan keberanian untuk menolak perundungan. Harmoni suara para siswa ini tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil menghangatkan atmosfer ruangan, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa setiap anak memiliki peran penting sebagai pelopor kebaikan di lingkungan madrasah.

Materi yang disampaikan terasa kian mendalam saat narasumber memaparkan dampak buruk dari perundungan. Tidak hanya menyebabkan korban merasa rendah diri, depresi, atau malas sekolah, Ifadatus juga mengingatkan bahwa dalam kasus yang ekstrem, bullying bisa mengakibatkan kehilangan nyawa. Dampak fisik dan mental ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa kata-kata atau tindakan yang mereka anggap remeh bisa menghancurkan masa depan orang lain.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Sidoarjo berharap para siswa kelas IV dan V dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan kasih sayang dan rasa hormat antar sesama. Dengan sinergi bersama Dinas P3AKB, madrasah berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan. (lw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *