MTsN 1 Sidoarjo,  Workshop Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta

Click to share!

MTs Negeri 1 Sidoarjo — Workshop Deep Learning (2) dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) resmi digelar pada 3-4 September 2025, di Auditorium Hasan Al-Bashri MTsN 1 Sidoarjo. Pagi itu suasana Auditorium Hasan Al-Bashri berubah menjadi lautan inspirasi bagi bapak/Ibu guru MTsN 1 Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi para guru untuk memperkaya wawasan sekaligus memperdalam praktik pembelajaran yang berorientasi pada hati dan ilmu pengetahuan.

Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Waka Humas, Masrur, yang memberikan sambutan penyemangat sekaligus harapan besar agar workshop ini membawa manfaat nyata bagi seluruh peserta. Jalannya kegiatan dipandu oleh Waka Kurikulum, Siti Ta’mirul Ummah, yang dengan hangat memandu sesi demi sesi hingga terasa begitu menyenangkan dan suasana menjadi cair.

Narasumber utama, Ibu Fitriyah Mulyasari, tampil memukau dengan gaya penyampaian yang lugas dan penuh energi. Beliau menguraikan secara mendalam tentang deep learning: sebuah pendekatan pembelajaran yang bukan hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga keterhubungan emosional, reflektif, serta keterampilan kritis siswa dalam memahami pengetahuan.

Deep learning dalam konteks pendidikan bukan sekadar istilah teknologi kecerdasan buatan, tetapi pendekatan pembelajaran yang mendalam, menyentuh aspek berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Prinsip-prinsip pembelajaran mencakup: Mindful (berkesadaran), Meaningful (bermakna), dan Joyful (menyenangkan).

Lebih menarik lagi, Ibu Fitriyah memperkenalkan rumus 8334 sebagai kunci sukses pembelajaran berbasis deep learning: 8 Dimensi Profil lulusan, 3 Prinsip Pembelajaran, 3 Tahap Pengalaman Belajar, dan 4 Kerangka Praktik, serta Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta.

Dengan pemaparan yang penuh semangat, para guru diajak untuk tidak hanya memahami, tetapi juga mempraktikkan pendekatan ini dalam setiap mata pelajaran, sehingga lahir suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan bermakna.

Selama dua hari pelaksanaan, suasana workshop begitu hidup. Para guru tampak antusias, berdiskusi, tertawa, bahkan berefleksi bersama. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung yang membuat setiap peserta merasa terlibat penuh.

“Serasa membuka cakrawala baru. Deep learning dengan Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar membuat kami bersemangat untuk membawa pulang ilmu ini ke kelas masing-masing,” ungkap salah satu guru dengan mata berbinar.

Di akhir kegiatan, Ibu Fitriyah Mulyasari, juga menyampaikan kesannya terhadap workshop kali ini.

“Ia sangat terkesan dengan antusiasme guru-guru MTsN 1 Sidoarjo. Mereka begitu terbuka menerima gagasan baru dan aktif dalam setiap sesi. Ini membuktikan bahwa deep learning bukan hanya teori, tetapi bisa benar-benar dipraktikkan dengan penuh cinta dan dedikasi. Semoga semangat ini menular pada siswa, sehingga tercipta generasi pembelajar yang cerdas sekaligus berhati nurani,” ujarnya penuh semangat.

Workshop ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menyalakan api cinta dalam mengajar. Para guru merasa bahwa pembelajaran yang berlandaskan kasih sayang akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat. (Vie’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *