Belajar Istiqomah: Menjaga Amal Kebaikan Secara Berkelanjutan

Click to share!

Pada kesempatan kultum tersebut, penceramah, Bapak Ahmad Fathoni selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (KASI Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan refleksi mengenai fenomena kehidupan yang kerap terjadi berulang setiap tahun, khususnya dalam momentum ibadah. Beliau menjelaskan bahwa semangat beribadah sering kali terlihat sangat tinggi pada awal suatu kegiatan atau momentum keagamaan, namun perlahan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Hal tersebut menjadi bahan renungan bersama agar umat Islam mampu menjaga konsistensi dalam menjalankan amal kebaikan.

Dalam penyampaiannya, penceramah juga mencontohkan kondisi yang sering dijumpai di berbagai masjid, yaitu banyaknya jamaah pada awal pelaksanaan suatu program ibadah, tetapi jumlahnya berangsur berkurang pada hari-hari berikutnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa menjaga semangat ibadah secara berkelanjutan bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran, kedisiplinan, serta komitmen pribadi agar tetap istiqomah dalam menghadiri dan mengikuti kegiatan keagamaan.

Selanjutnya, beliau mengutip sabda Rasulullah

قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ

Artinya: Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.

Istiqomah dalam tafsirannya memiliki dua makna pertama sebagai teguh pedirian dalam mengesakan Allah SWT. arti kedua sebagai konsistensi dalam melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya.

Penceramah menekankan bahwa melakukan kebaikan dalam waktu tertentu bukanlah hal yang sulit, namun menjaga agar kebaikan tersebut tetap dilakukan secara berkesinambungan merupakan tantangan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk melatih diri agar tidak hanya bersemangat di awal, tetapi juga mampu menjaga stabilitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga hati, memperkuat niat, serta menetapkan komitmen pribadi, setidaknya dalam satu bulan ke depan, untuk meningkatkan kualitas ibadah dan konsistensi dalam berbuat kebaikan. Kegiatan kultum kemudian diakhiri dengan doa bersama, permohonan maaf, dan salam penutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *