Takmir Masjid Al-Ikhlas Kemenag Sidoarjo Matangkan Langkah Penguatan Peran Kemasjidan

Click to share!

Sidoarjo — Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo terus diperkuat perannya sebagai pusat pembinaan spiritual dan penguatan integritas aparatur. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pengurus Takmir Masjid Al-Ikhlas yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026, di lingkungan masjid.

Rapat yang diikuti Kepala kantor kemenag sidoarjo Mufi Imron Rosyadi selaku pembina dan Ketua takmir Imam Mukhozali serta jajaran pengurus ini membahas langkah pengelolaan masjid dalam tiga pilar utama, yakni Bidang Imaroh (penguatan kegiatan peribadatan), Bidang Ri’ayah (penataan sarana dan prasarana), serta Bidang Idaroh (tata kelola manajemen dan administrasi). Pembahasan dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya menjadikan Masjid Al-Ikhlas tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan rohani ASN Kementerian Agama.

Pada aspek imaroh, takmir memantapkan penguatan kegiatan rutin seperti istighosah, tahlil, kajian keislaman, khotmil Qur’an, serta pembacaan sholawat Nabi. Kajian rutin direncanakan lebih tertata dan adaptif dengan memanfaatkan media digital agar dapat menjangkau jamaah yang lebih luas. Upaya peningkatan partisipasi sholat berjamaah, khususnya sholat tarawih, juga menjadi perhatian bersama agar masjid semakin hidup dan semarak.

Sementara pada aspek riayah, pembahasan difokuskan pada peningkatan kenyamanan dan kelayakan fasilitas masjid. Renovasi mimbar dan penataan mihrab menjadi prioritas untuk mendukung kekhidmatan pelaksanaan sholat Jumat. Selain itu, penataan area wudlu, perawatan karpet, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya direncanakan secara bertahap dan terukur. Seluruh rencana pengembangan akan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas.

Dalam aspek idaroh, takmir menegaskan pentingnya tata kelola yang profesional dan tertib administrasi. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga mitra keagamaan, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku guna memastikan program berjalan efektif tanpa tumpang tindih dukungan anggaran.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Sidoarjo Mufi Imron Rosyadi dalam arahannya menegaskan bahwa Masjid Al-Ikhlas harus menjadi representasi nilai-nilai Kementerian Agama. “Masjid ini adalah pusat pembinaan kita. Dari sinilah lahir penguatan akhlak, kedisiplinan, dan integritas ASN. Jika masjid kita tertata dan makmur, maka itu mencerminkan budaya kerja yang sehat dan religius,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar setiap program masjid disusun dengan perencanaan yang matang, tidak mengganggu efektivitas jam kerja ASN, serta didukung publikasi yang baik agar masyarakat mengetahui aktivitas keagamaan di lingkungan Kemenag Sidoarjo.

Melalui rapat ini, Takmir Masjid Al-Ikhlas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan fungsi masjid secara berkelanjutan. Masjid Al-Ikhlas diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual, ruang penguatan ukhuwah, sekaligus simbol budaya kerja religius di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *