Supervisi Akademik IPAS di MIN 1 Sidoarjo: Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam Angkat Isu Banjir

Click to share!

Sidoarjo – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sidoarjo melaksanakan kegiatan supervisi akademik sebagai bagian dari peningkatan mutu pembelajaran. Kali ini, supervisi difokuskan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan materi “Masalah Lingkungan dan Dampaknya bagi Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi”, yang dikaitkan dengan fenomena banjir yang sering terjadi di wilayah Sidoarjo. Kegiatan supervisi ini dimulai pukul 09.55-11.45 WIB.

Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala madrasah bertindak sebagai supervisor  dengan tujuan memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, inovatif, dan bermakna. Dalam pelaksanaannya, guru menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, sesama manusia, serta rasa syukur kepada Allah SWT, dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

Pembelajaran diawali dengan pemantik berupa tayangan dan diskusi tentang kondisi banjir di Sidoarjo. Murid kemudian diajak untuk mengidentifikasi penyebab banjir, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, minimnya daerah resapan air, serta sistem drainase yang kurang optimal.

Melalui pendekatan KBC, guru mengarahkan murid untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai cinta lingkungan dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam proses belajar, sehingga murid tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kesadaran untuk bertindak.

Dalam kegiatan inti, murid bekerja dalam kelompok untuk menganalisis dampak banjir dari berbagai aspek, antara lain:

  • Sosial kemasyarakatan, seperti terganggunya aktivitas warga, munculnya penyakit, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat.
  • Ekonomi, seperti kerugian finansial, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta terhambatnya kegiatan usaha.

Pendekatan pembelajaran mendalam terlihat dari keterlibatan aktif murid dalam proses berpikir kritis, diskusi, refleksi, hingga penyusunan solusi. Murid mampu mengemukakan ide-ide kreatif, seperti gerakan menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, serta pembuatan biopori sebagai upaya pencegahan banjir.

Kepala MIN 1 Sidoarjo menyampaikan bahwa supervisi akademik ini menjadi sarana refleksi dan penguatan kualitas pembelajaran guru.

“Pembelajaran berbasis cinta dan mendalam ini diharapkan mampu membentuk karakter murid yang peduli lingkungan, memiliki empati sosial, serta mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah nyata di sekitarnya,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, dilakukan refleksi bersama antara guru dan tim supervisi untuk mengevaluasi proses pembelajaran. Hasil supervisi menunjukkan bahwa integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan pembelajaran mendalam memberikan dampak positif terhadap keaktifan, pemahaman, dan sikap murid. Melalui kegiatan ini, MIN 1 Sidoarjo terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat. (su)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *