Simulasi Ibadah di Tanah Suci, Siswa Kelas 8 MTsN 3 Sidoarjo Sukses Gelar Praktik Manasik Haji

Click to share!

SIDOARJO – Atmosfer religius yang kental menyelimuti lingkungan MTsN 3 Sidoarjo pada Selasa, 19 Mei 2026. Guna memberikan pemahaman yang utuh mengenai rukun Islam kelima, madrasah ini menggelar kegiatan praktik manasik haji. Agenda tahunan yang dikemas secara interaktif tersebut dirancang sedemikian rupa agar para siswa dapat merasakan langsung visualisasi pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

Pelaksanaan praktik manasik haji kali ini menerapkan konsep zonasi yang dinamis. Kegiatan dipusatkan di dua tempat berbeda namun saling berkaitan secara teologis, yakni di Masjid Thoriqul Jannah Kecamatan Tarik dan halaman utama MTsN 3 Sidoarjo. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk mereplikasi jarak dan rute perjalanan ibadah haji yang sesungguhnya antara satu rukun ke rukun lainnya.

Seluruh siswa kelas 8, mulai dari kelas 8A hingga 8H, tampak antusias mengikuti setiap tahapan ibadah. Untuk mendukung kekhusyukan dan kesesuaian syariat, para siswa mengenakan pakaian khusus. Siswa putra tampak gagah mengenakan pakaian ihram putih tanpa jahitan, sementara siswa putri tampil anggun dengan pakaian serbaputih yang menutup aurat dengan sempurna, menciptakan pemandangan layaknya lautan putih di padang Arafah.

Kegiatan yang sarat akan nilai spiritual ini dimulai sejak pagi hari, tepatnya pada pukul 06.00 hingga 09.30 WIB. Memanfaatkan kesegaran udara pagi, para peserta didik tampak disiplin mengikuti arahan pembimbing untuk melakukan simulasi ibadah, mulai dari niat ihram, wukuf, tawaf mengelilingi replika Kakbah, sai, hingga tahalul.

Kepala MTsN 3 Sidoarjo, Drs. Jumakir, M.M., hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutan simbolisnya, beliau memberikan motivasi mendalam agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi penilaian akademik, melainkan menjadi penanam benih kerinduan terhadap Baitullah.

“Praktik manasik haji ini adalah laboratorium iman bagi kalian semua. Saya berharap, melalui bekal pengalaman visual dan spiritual hari ini, kelak kalian tidak hanya paham secara teori di kelas, tetapi benar-benar tertanam niat yang kuat di dalam hati untuk bisa menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya ke tanah suci Makkah di masa depan,” tegas Drs. Jumakir, M.M. dalam arahannya.

Kesuksesan jalannya acara ini tidak lepas dari pengawasan dan bimbingan intensif dari para ahli di bidangnya. Seluruh jajaran guru mata pelajaran agama Islam dan guru Bahasa Arab turut diterjunkan sebagai pembimbing kloter, didampingi langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Kolaborasi ini memastikan setiap gerakan dan bacaan doa yang dipanjatkan siswa selama simulasi berjalan sesuai dengan tuntunan fikih yang sahih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *