SIDOARJO – Setelah empat bulan penuh mengabdi, belajar, dan mempraktikkan ilmu teoretis di dunia pendidikan nyata, sepuluh mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di MTsN 4 Sidoarjo resmi ditarik kembali ke kampus. Prosesi penjemputan dan serah terima yang berlangsung pada hari Senin, tanggal 25 Mei 2026 di Ruang Rapat Utama (Rupatama) madrasah tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan diwarnai rasa haru.
Program yang berlangsung satu semester ini melibatkan 11 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UINSA yang tersebar di tiga program studi (prodi) strategis, yaitu:
- Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA): 6 Mahasiswa
- Prodi Pendidikan Matematika: 3 Mahasiswa
- Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI): 2 Mahasiswa
Selama empat bulan jalannya program, para mahasiswa tidak hanya sekadar mengamati, tetapi terlibat aktif dalam roda pengajaran dan tata kelola madrasah.
Mahasiswa dari Prodi PBA andil dalam menghidupkan suasana kebahasaan lewat inovasi media pembelajaran interaktif di kelas. Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Matematika sukses menerapkan metode pembelajaran numerasi yang menyenangkan, guna mengikis stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan. Di sisi lain, 2 mahasiswa dari Prodi MPI diterjunkan langsung di bagian tata usaha dan manajemen, membantu digitalisasi arsip, administrasi sekolah, hingga konseptualisasi kegiatan kesiswaan.

Hadir secara langsung di lokasi, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UINSA Ibu Wulan Indah Fatimatul Jamilah, M.Pd.I. menyatakan rasa bangganya terhadap perkembangan para mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh civitas akademika MTsN 4 Sidoarjo.
“Kami menitipkan mahasiswa kami empat bulan lalu dalam keadaan mentah, dan hari ini kami menjemput mereka kembali dengan kematangan mental, karakter, dan keterampilan mengajar yang luar biasa. Terima kasih kepada Kepala MTsN 4 Sidoarjo, para guru pamong, dan staf yang telah dengan sabar memberikan ruang kreasi yang luas bagi anak-anak kami,” ungkap Koordinator DPL UINSA.
Merespons penjemputan tersebut, Kepala MTsN 4 Sidoarjo secara simbolis menyerahkan kembali hak asuh akademis para mahasiswa kepada pihak universitas. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa MBKM UINSA memberikan energi positif dan penyegaran (refreshment) dalam metode belajar-mengajar di lingkungan MTsN 4 Sidoarjo.
Lebih lanjut, Ibu Kepala Madrasah Islakhah Wahyuni, M.Pd.I menekankan pentingnya jejaring kerja yang telah terbangun kuat antara kedua lembaga. Beliau menaruh harapan besar agar kerja sama ini menjadi program yang berkelanjutan (sustainable), bukan sekadar agenda musiman.
“Kerja sama berbasis jejaring kerja (networking) antara MTsN 4 Sidoarjo dan UINSA Surabaya terbukti membuahkan dampak yang sangat positif bagi kedua belah pihak (win-win solution). Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium nyata. Bagi kami, ini adalah suntikan inovasi. Kami sangat berharap, jejaring kerja ini akan terus ada kelanjutannya di masa depan dengan cakupan kolaborasi yang lebih luas lagi,” tutur Ibu Kepala MTsN 4 Sidoarjo.

Acara penjemputan resmi ini ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima kembali mahasiswa MBKM, disusul dengan penyerahan cendera mata dari pihak UINSA kepada MTsN 4 Sidoarjo sebagai simbol ikatan kemitraan yang kuat. Suasana berubah haru saat para mahasiswa menyampaikan ucapan perpisahan serta memberikan sepatah kata kesan-pesan kepada para guru pamong yang telah membimbing mereka selama ini.
Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama guna mengabadikan momen berakhirnya masa bakti MBKM UINSA di MTsN 4 Sidoarjo. (farah_ame)