SIDOARJO – Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sukses menyandang predikat sebagai Sekolah Literasi Nasional, MTsN 4 Sidoarjo berkomitmen penuh untuk menularkan budaya membaca dan menulis ke lingkungan sekitar. Komitmen ini diwujudkan melalui gerakan “Imbas Literasi” yang menyasar beberapa sekolah dan madrasah terdekat di wilayah Sidoarjo.
Tepat pada hari ini, Selasa (9/6), Tim Literasi MTsN 4 Sidoarjo bergerak melaksanakan program pengimbasan di MI Himmatul Ulya, Desa Tlasih, Tulangan, Sidoarjo. Langkah ini diambil guna mendorong lahirnya ekosistem madrasah yang kaya akan literasi di tingkat dasar.

Mandat Resmi dari Kepala Madrasah
Aksi nyata ini bukan sekadar kunjungan biasa. Tim Literasi yang diterjunkan ke MI Himmatul Ulya Tlasih dibekali dengan Surat Tugas resmi yang ditandatangani langsung oleh Kepala MTsN 4 Sidoarjo. Hal ini menunjukkan bahwa program pengimbasan ini merupakan agenda strategis dan bentuk tanggung jawab moral MTsN 4 Sidoarjo untuk ikut serta meningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di bidang literasi dasar.
Kehadiran tim dari madrasah tsanawiyah negeri ini disambut hangat dan penuh antusias oleh Kepala MI Himmatul Ulya beserta jajaran guru dan para siswa. Mereka menilai, kehadiran MTsN 4 Sidoarjo sebagai mentor merupakan kesempatan emas untuk menyerap praktik baik (best practice) dalam mengelola program literasi yang sukses.
Strategi Mewujudkan Madrasah Imbas Literasi

Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, Tim Literasi MTsN 4 Sidoarjo yang diketuai oleh Ibu Nur Samsuarini Pudji Astutik, S.Ag, M.Pd memberikan motivasi kepada anak2 MI untuk membangun budaya gemar membaca. Menurutnya, kata kunci pandai menulis adalah gemar membaca.
Hal ini dipraktikkan secara langsung oleh seorang siswi MI Himmatul Ulya bernama Zilda. Ternyata dia mampu menulis ratusan kata di selembar kertas yang dibagikan ke anak2. Itu artinya dari kegemaran.membaca akhirnya mereka mampu menuliskan apa saja yg pernah mereka baca.
Dalam.kesempatan yang sama, Bu Puji panggilan akrabnya juga menyampaikan.ke anak2 bahwa dengan gemar membaca sejatinya menuntun kita menjadi orang yang bijak terhadap diri sendiri dan pada akhirnya mampu memberikan banyak.manfaat kepada banyak orang.
Dan sebaliknya, jika kita tidak gemar membaca maka dapat memvahayakan diri sendiri dan tentunya membawa dampak jelek bagi orang lain
Tidak hanya memaparkan teori, Tim Adiwiyata MTsN 4 Sidoarjo juga membuka ruang diskusi dan pendampingan langsung bagi para guru MI Himmatul Ulya mengenai cara menyusun program literasi jangka panjang yang berkelanjutan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala MTsN 4 Sidoarjo menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) madrasah untuk memperluas dampak positif ke masyarakat.
“Sebagai Sekolah Literasi Nasional, kami memiliki tanggung jawab agar prestasi ini tidak berhenti di dinding madrasah kami saja. Melalui Surat Tugas yang kami berikan kepada tim, kami ingin memastikan bahwa proses transfer ilmu dan pendampingan ke MI Himmatul Ulya Tlasih berjalan maksimal. Target akhir kita jelas, yaitu mewujudkan sekolah imbas literasi yang mandiri, kreatif, dan mampu melahirkan generasi pembelajar,” tegasnya.
Melalui kegiatan Imbas Literasi ini, diharapkan hubungan lintas madrasah di Sidoarjo semakin erat, dan gerakan literasi dapat membumi secara merata demi menyongsong generasi emas yang cerdas serta berwawasan luas. Be Smart Q-Ries and Lead. (Farah_ame)